
JEMBER, SMNNews.co.id – Sebanyak 1.067 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di desa Jelbuk kecamatan Jelbuk menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah untuk periode bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap KPM mendapatkan tiga sak beras dengan total 30 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan.
Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Jelbuk, Busriyati, mengatakan penerima bantuan menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, khususnya warga yang dinilai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Walaupun rumahnya bagus, kadang yang mau dimakan setiap hari susah. Jadi tidak hanya melihat kondisi rumah,” ungkap Busriyati, di kantor desa Jelbuk, Rabu (02/09/2026).
Busriyati menambahkan, proses pendistribusian bantuan hingga saat ini berjalan lancar dan terkendali. Penyaluran melibatkan perangkat desa, kepala dusun, RT, tokoh masyarakat, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pendataan penerima juga melibatkan Tim PKH tingkat kecamatan yang dinilai lebih mengetahui kondisi masyarakat melalui proses survei di lapangan.
Namun, penyaluran kali ini menyisakan persoalan. Busriyati menyebut terdapat pengurangan jumlah penerima dibandingkan periode sebelumnya. Di Desa Jelbuk, pengurangan tersebut mencapai lebih dari 60 orang.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian warga yang tidak lagi masuk daftar penerima disebut masih tergolong tidak mampu.
“Kasihan yang biasa dapat, sekarang enggak dapat. Padahal itu benar-benar orang yang tidak mampu,” katanya.
Busriyati berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan agar warga yang memang membutuhkan tetap mendapatkan bantuan pada periode berikutnya.
Ia juga berharap proses pemutakhiran data dapat dilakukan lebih akurat, sehingga pengurangan penerima tidak justru membuat masyarakat yang masih membutuhkan kehilangan akses terhadap bantuan pangan.
Penyaluran bantuan beras tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi. (*)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

