HomeLIFESTYLE10 Bau di Rumah yang Tidak Boleh Diabaikan, Apa Saja?

10 Bau di Rumah yang Tidak Boleh Diabaikan, Apa Saja?

SMNNews.co.id – Bau merupakan salah satu faktor yang membuat rumah nyaman dihuni atau tidak. Selain memengaruhi faktor kenyamanan, bau yang ada di dalam rumah ternyata bisa menandakan suatu bahaya atau ancaman kesehatan bagi pemiliknya. Walau terkesan sepele, pemilik rumah bisa mengidentifikasi apakah ada korsleting dan kotoran dengan mencium bau di rumahnya.

Bau yang tidak boleh diabaikan baik rumah berukuran besar maupun kecil, masalah bau tidak bisa dianggap remeh. Ada sejumlah bau yang harus mendapat perhatian serius. Apa sajakah itu? Berikut daftarnya.

1. Bau gas. Umumnya gas alam tidak berbau. Sehingga, jika kamu ingin mendeteksi ada kebocoran gas di rumah, kamu bisa menambahkan bahan kimia merkaptan untuk menciptakan bau seperti telur busuk. Jika bau ini dapat dicium, bisa dipastikan ada kebocoran gas di dalam rumah. Hal ini tentu tidak boleh kamu sepelekan, sebab kebocoran gas di dalam rumah dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Saat ada bau gas, sebaiknya jangan menggunakan telepon rumah, menyalakan atau mematikan lampu atau peralatan, dan menggunakan mobil. Sebab, hal-hal di atas dapat menimbulkan percikan api dan ledakan.

2. Bau apek. Bau apek merupakan masalah bau yang hampir bisa ditemui di setiap rumah. Penyebabnya beragam, bisa karena kebocoran wastafel atau pipa pecah yang menimbulkan jamur. Jamur yang tumbuh di tempat gelap dan lembab dapat menimbulkan bau tidak sedap. Direktur Eksekutif National Environmental Health Association David Dyjack, DrPH, CIH, menyebutkan, bau akibat jamur bisa mengganggu pemilik rumah yang memiliki asma atau alergi. Apabila melihat jamur, pemilik rumah sebaiknya melakukan desinfeksi permukaan yang tidak berpori seperti ubin dengan larutan pemutih/air sebanyak 10 persen. Setelah dilakukan disinfeksi, diamkan selama sepuluh menit sambil membuka jendela dan pintu agar sirkulasi lancar. Khusus untuk permukaan berpori seperti drywall (papan ripis dari gipsum), sebaiknya diganti. Bila pemilik rumah tidak bisa mengetahui letak jamur tumbuh, disarankan untuk memanggil petugas kebersihan atau inspektur rumah.

3. Bau kamar mandi kotor. Yang satu ini memang terdengar menjijikkan jika kita mencium bau kamar mandi kotor saat menerima tamu. Bila muncul bau dari kamar mandi yang sangat menyengat, mungkin disebabkan kebocoran gas saluran pembuangan. Kebocoran ini terbilang berbahaya, sebab mengandung komponen beracun dan berpotensi meledak, seperti hidrogen sulfida dan metana. Penyebab lainnya dari bau kamar mandi adalah tempat ini jarang digunakan. Pipa di bawah pancuran atau wastafel termasuk penampung berbentuk U, yang menampung sedikit air menghalangi gas saluran pembuangan bocor kembali ke dalam rumah. Jika kamar mandi tidak digunakan, air bisa menguap dan membuat bau dapat masuk. Untuk mengatasi masalah ini, tuangkan secangkir air ke saluran pembuangan kamar mandi. Untuk hasil yang lebih baik, tambahkan satu sendok teh minyak sayur untuk menghentikan penguapan air. Jika kamu tidak dapat menemukan sumber masalah ini, penyebabnya mungkin karena pipa ventilasi yang menyalurkan gas saluran pembuangan ke atas dan keluar melalui atap rusak atau tersumbat.

4. Bau seperti asap. Bau yang satu ini jelas tidak bisa dianggap remeh. Munculnya bau seperti asap mungkin disebabkan hubungan pendek arus listrik. Sebaiknya pula pemilik rumah melakukan pengecekan terhadap jaringan listrik di rumahnya satu tahun sekali.

5. Bau amis. Bau amis tidak serta merta datang dari bau ikan. Ini bisa menjadi tanda bahwa perlengkapan listrik di rumah terlalu panas. Bau amis yang menyengat menandakan plastik, karet, atau bahan lain di sekitar alat listrik yang bermasalah meleleh. Jika hal ini diabaikan, bisa menyebabkan kebakaran. Periksa stopkontak atau sakelar dan matikan jaringan listrik jika sumbernya memang dari listrik.

6. Bau anjing kotor. Selain disebabkan bau anjing, bau ini dapat timbul karena hewan pengerat, rakun, atau tupai di loteng rumah. Hewan pengerat itu akan menggunakan kasau atau tiang penyangga atap sebagai tempat tinggal mereka. Hal ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan pemilik rumah. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kotoran rakun mengandung telur cacing gelang yang menimbulkan risiko bagi pemilik rumah. Lesh menyarankan pemilik rumah untuk memanggil petugas pengendalian hama untuk menyingkirkan hewan pengerat yang ada di rumah. Namun, jika bau ini muncul karena anjing peliharaanmu, tentu cara untuk menghilangkan baunya jauh lebih mudah.

7. Bau rokok lama. Bau asap rokok lama yang tertinggal, seperti di kamar hotel atau tempat peristirahatan yang sebelumnya ditempati oleh perokok, dapat menjadi masalah. “Dengan asap rokok, partikel yang terkait dengan pembakaran tembakau telah mengendap di permukaan, termasuk meja, meja, dan seprai, dan setidaknya ada 11 karsinogen yang terkait dengan beberapa debu itu,” kata Dyjack. 8. Bau amonia Bau ini sering disebut orang mirip bau kencing dari kucing. Bila kamu tidak membersihkan rumah dengan bahan mengandung amonia atau memiliki kucing, bau ini tidak boleh kamu abaikan. Bahkan jika kamu membersihkan dengan amonia atau menggunakan pendingin berbasis amonia, ini bisa berbahaya. Bau amonia bisa saja muncul karena faktor lain seperi hewan yang mati di dinding atau jamur.

9. Bau barang “baru” yang bisa mengancam kesehatan. Pernahkah kamu mencium bau yang dihasilkan karena pengecatan dinding rumah? Kalau pernah, sebaiknya kamu harus berhati-hati. Sebab, bau cat rumah yang berbau “segar” mengandung senyawa organik volatil (VOC). Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serika AS, senyawa ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, sakit kepala, hingga kerusakan sistem saraf pusat dan kanker. Untuk mengatasi bau ini, Dyjack menyarankan pemilik rumah membeli cat yang rendah atau tanpa VOC dan beri ventilasi selama dan setelah pengecatan.

10. Bau berkeringat. Setiap pemilik rumah tentu tidak ingin rumahnya berbau seperti “ruang ganti” karena keringat. Jika di rumah bau ini muncul, mungkin ada masalah dengan sistem ventilasi, pemanasan, dan AC. Khusus di wilayah yang mengalami musim gugur dan musim semi selama berbulan-bulan, tentu suhu akan berubah dan terjadi kondensasi yang membuat bakteri bisa tumbuh. (kmp)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA