178 Desa di Ngawi Akan Gelar Pilkades

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar persiapan Pilkades, Sabtu (29/3).

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Ratusan desa di Kabupaten Ngawi akan segera melakukan pilihan kepala desa (pilkades). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar persiapan Pilkades tersebut, Sabtu (29/3) dengan mengundang sejumlah kades, DPRD dan pihak terkait lainnya dalam Pembekalan Aparatur Pemerintah Desa Tahun 2019. “Persiapannya mulai disusun dengan melengkapi BPD lebih dahulu bagi desa-desa yang belum ada,” kata Kabul Tunggul Winarno, Kepala DPMD Ngawi.

Desa-desa yang akan menggelar pilkades ini ada 178 dari 213 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Pilkades akan digelar serentak usai pilpres dengan masa pendaftaran tahap pertama selama 9 hari dan tahap kedua selama 20 hari. Jumlah cakades juga tidak boleh tunggal namun minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. “Bila saat mendaftar lebih dari lima orang dilakukan ujian dulu,” ungkap Kabul.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk Pilkades tahun ini sehingga tak diperbolehkan melakukan pungutan pada calon kades dengan alasan apapun. Sejak awal masa pendaftaran sampai dengan pelaksanaan pilkades, tidak boleh ada pungutan biaya.

Pemerintah menyediakan bantuan keuangan sebesar Rp 9,3 M untuk mendukung pelaksanaan pilkades ini. Beberapa biaya yang dicover dalam pendanaan tersebut adalah  honor panitia, alat peraga kampanye dan pelaksanaan di tempat pemungutan suara. “Ya, sistem pilkades nanti menggunakan sistem TPS,” kata Kabul.

Pelaksanaan pilkades dengan sistem TPS ini berbeda dengan sebelumnya sebab TPS dibuat sesuai jumlah dusun yang ada di desa tersebut. Hal ini berkaitan dengan faktor sebaran suara pemilih akan berpengaruh pada kemenangan calon bila jumlahnya seri (draw).  “Jika jumlah akhirnya,  suara sama, akan dilihat pada lokasi sebaran TPS-nya,” ujar Kabul. (ari)