
MADIUN, SMNNews.co.id – Penyaluran Bantuan Sosial (bansos) di Kota Madiun belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga tidak mampu. Hal itu diungkapkan langsung oleh Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Bagus menegaskan masih ada warga tidak mampu yang belum tercatat dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Karena itu, ia menginstruksikan para lurah dan dinas terkait untuk turun langsung melakukan pemutakhiran data.
“Menurut kacamata saya ada warga tidak mampu, tapi belum masuk DTSEN. Saya minta lurah mendata warga tidak mampu,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan data sementara DTSEN, tercatat 3.155 keluarga atau 9.608 jiwa masuk kategori desil 1. Kemudian desil 2 sebanyak 3.558 keluarga atau 10.397 jiwa. Selanjutnya, desil 3 tercatat 4.071 keluarga atau 11.485 jiwa, desil 4 sekitar 4.547 keluarga atau 12.339 jiwa, serta desil 5 sebanyak 7.241 keluarga atau 20.938 jiwa.
Bagus menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran. Tanpa pembaruan data yang valid, warga yang seharusnya berhak justru berpotensi tidak menerima bantuan.
“Makanya saya minta data detail, potret langsung dan sesuai dokumentasi petugas kelurahan. Petugas sudah mulai keliling untuk pendataan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Madiun, Heri Suwartono, menyampaikan bahwa proses validasi data masih terus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari kementerian.
“Kelurahan sudah turun dan data terus diperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kualifikasi penerima. Warga yang memenuhi syarat akan diarahkan ke program yang tepat.
“Kalau memenuhi PKH, ya masuk PKH,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News!!

