
SURABAYA, SMNNews.co.id – Anggota DPRD Surabaya, Abdul Malik, mendapat beragam aspirasi masyarakat saat reses di antaranya, progres proyek pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT), pavingisasi dan penerangan jalan umum.
Paling disorot Abdul Malik yakni proyek JLLT yang selama ini masih mengundang tanya dari masyarakat, bagaimana perkembangannya sekarang ini.
Menurut Abdul Malik, warga minta kepastian kepada pemerintah apakah proyek JLLT yang sudah dibangun 7 km itu dilanjutkan apa tidak. Warga minta diberikan informasi yang jelas. Termasuk titik-titik mana saja yang bakal terdampak dalam radius proyek pembangunan JLLT tersebut.
“Saya disambati warga yang berdekatan dengan proyek pembangunan JLLT. Mereka menanyakan kelanjutan proyek tersebut dan kemudian perhatian dari pemerintah kepada warga terdampak itu berupa apa saja,” kata Malik saat reses di Tanah Kali Kedinding, beberapa waktu lalu.
Namun hingga kini proyek sepanjang 16,3 km yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 7 triliun yang melintasi enam kecamatan, yakni Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar, itu tidak jelas kelanjutannya.
Untuk itu, Malik minta kepada Pemkot Surabaya jika proyek pembangunan JLLT tidak ada kelanjutannya atau belum ada realisasi, maka konsen pembangunan bisa dialihkan untuk pavingisasi dan penerangan jalan umum di wilayah tersebut.
“Termasuk untuk penerangan jalan umum (PJU) dan pavingisasi jalan untuk warga Tanah Kali Kedinding. Karena beberapa paving di wilayah ini sudah tidak layak, dan selama ini warga melakukan swadaya secara bergotong royong untuk pavingisasi,” terangnya.
Malik berharap ada keterbukaan informasi publik dari Pemkot Surabaya terkait kelanjutan proyek pembangunan JLLT dan juga perhatian terhadap warga Tanah Kali Kedinding terkait pavingisasi dan pemasangan PJU.
“Aspirasi yang disampaikan warga ini akan kita sampaikan dan komunikasikan dengan Pemkot Surabaya melalui Fraksi PDI-P agar dapat ditindaklanjuti dan bisa direalisasikan sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Cahaya K.
Editor: Kundari PS.

