
PROBOLINGGO, SMNNews.co.id – Semangat pola hidup sehat dan pemberdayaan ekonomi menyatu dalam gelaran “Senam Ceria Wonoasih Bebas Stunting” yang memadati sepanjang Jalan Jeruk, kawasan Kantor Kecamatan Wonoasih. Mengusung tagline “Kerja Nyata, Menata Kota” kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka tengkes (stunting) hingga mencapai titik nol.
Hadir langsung di tengah masyarakat, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr. Evariani, serta Pj. Sekda Rey Suwigtyo. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini disambut antusias oleh para kader PKK, kader Posyandu, dan warga setempat yang memadati lokasi.
Dalam arahannya, dr. Aminuddin mengapresiasi penurunan angka stunting di wilayah tersebut yang dinilai cukup signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Pemerintah telah menyiapkan strategi baru, termasuk penguatan program “Bang Eko Mbanting” (Bantuan Sembako dan Makanan Tambahan Balita Stunting).
“Kita tidak boleh berhenti di sini. Ke depan, kita akan membentuk program Orang Tua Asuh bagi anak stunting yang melibatkan ASN serta seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi sektor kesehatan dan ekonomi, kami optimis angka stunting Kota Probolinggo yang saat ini 9,6% akan terus melandai,” tegas Wali Kota, pada Jum’at (27/3/26).
Selain intervensi medis, Wali Kota juga mendorong optimalisasi potensi lokal sebagai sumber nutrisi, mulai dari pengembangan pisang cavendish hingga budidaya burung puyuh sebagai alternatif protein hewani yang terjangkau bagi warga.
Senada dengan hal itu, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan per Februari, angka stunting di wilayahnya kini berada di posisi 7,82% dari total 2.199 balita. Ia menyebut keberhasilan ini adalah buah kerja keras para kader di lapangan.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi UMKM lokal. Kami mulai mengembangkan pisang cavendish sebagai komoditas unggulan yang ditanam di lingkungan kantor hingga Koramil. Harapannya, ini bisa menjadi ikon baru sekaligus penopang ketahanan pangan di Wonoasih,” jelas Eko.
Acara ini juga diwarnai dengan penayangan video kilas balik satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Berbagai kebijakan strategis dipaparkan, mulai dari kenaikan honor Ketua RT/RW menjadi Rp 1 juta, peningkatan insentif Linmas, hingga optimalisasi dana kelurahan untuk pelayanan publik. (*)
Reporter: Achmad N.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

