HomeBERITAASN Pelaku Pencabulan SK Baru Turun Beberapa Hari Bisa Dipending

ASN Pelaku Pencabulan SK Baru Turun Beberapa Hari Bisa Dipending

Kepala Bidang SD, Drs. Sutikno, M.Pd

Banyuwangi, SMNnews.co.id – kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap beberapa anak didiknya sendiri kini telah ditangani oleh Polresta Banyuwangi dan sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh kapolresta Banyuwangi, Rabu (20/04/2022).

Aksi bejat yang dilakukan oknum guru tersebut jelas bisa mencoreng nama baik dunia pendidikan, pasalnya guru merupakan panutan bagi anak didiknya akan tetapi hal tersebut rupanya tidak diterapkan oleh oknum guru, bahkan aksi bejatnya malah membuat nama seķolahan tercoreng

” Memang benar ada kejadian itu tapi setahun yang lalu dan pada waktu kejadian tersebut saya belum menjadi kepala seķolah disini, itu jaman kepala sekolah yang lama, jadi tolong saya jangan dilibatkan dalam masalah ini, dan saat ini saya sedang berkoordinasi dengan korwil serta mau ke dinas pendidikan,” kata kepala sekolah yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditempat terpisah Plt. dinas pendidikan Banyuwangi Suratno melalui kepala bidang sekolah dasar Sutikno mengatakan, “saya mendengar berita itu sangat prihatin kok bisa hal ini terjadi pada seorang pendidik dan ini sangat memalukan karena dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan, meski kasus itu tahun 2021 tetap saja berdampak bagi anak didiknya apa lagi mereka yang telah menjadi korban pencabulan,” ujarnya.

“Ini merupakan pelajaran buat kita semua agar lebih hati – hati dan lebih selektif lagi memilih guru pengajar. Dalam rangka untuk mengantisipasi kejadian serupa maka kami menyiapkan mental karakter guru utamanya, ini dipusat kan ada model pembelajaran karakter guru yaitu profil Pancasila,” ujar Sutikno.

Hal itu memang sangat efektif untuk mendalami serta belajar profil Pancasila, dan itu digulirkan dikurikulum merdeka terlebih ada kejadian semacam ini apa lagi seorang pendidik mungkin harus menjadi evaluasi bagi kami, guru – guru nanti diberi pembekalan jika yang dulu ada penataran P4.

“Kalau dulu kita ada penataran P4 dan sekarang namanya sudah berubah sekarang ini kita pakai pola penerapan profil Pancasila yakni, Beriman, Bertakwa pada tuhan yang Maha Esa serta takwa yang berakhlak mulia, dan itu sangat luar biasa secara agama kan mengajarkan itu,” terangnya.

Supaya para pengajar ini berpegang teguh ke pada imanannya dan senantiasa berprilaku sesuai norma agama maka diharapkan kejadian ini tidak lagi ada dalam pikiranya

“Dan untuk kasus pencabulan terhadap anak didik sendiri kebetulan yang bersangkutan ini baru diangkat menjadi ASN dan baru turun SK, bisa juga dibatalkan karena SK masih belum diberikan kepada yang bersangkutan. Dengan adanya kejadian ini maka SK kita pending dulu,” cetusnya. Dalam tupoksi di pendidikan apa bila ada pihak – pihak yang melanggar disiplin kepegawaian maka yang bersangkutan bisa dikenakan sangsi sesuai pelanggaran yang diperbuat, dan jika kesalahan tidak tetlalu berat maka sangsinya juga ringan akan tetapi jika kesalahan itu fatal maka sangsi berat sekali sampai penurunan jabatan bahkan bisa terjadi pemecatan. (rica)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

BERITA LAINYA

Bupati Pasaman Lepas Lomba Gerak Jalan Santai

PASAMAN, SMNNews.co.id - Bupati Pasaman H. Benny Utama diserbu ribuan murid SD, Sabtu (13/8) pagi di halaman Kantor Bupati Pasaman. Telapak tangan bupati sempat...