Banjir Meluas, Pengungsi Semakin Banyak

Evakuasi warga akibat banjir yang melanda belasan desa di Ngawi, Rabu (06/4).
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Sampai Rabu petang (06/4), banjir yang melanda Ngawi bukannya surut namun malah semakin meluas.
Air luapan banjir dari Bengawan Madiun semakin deras memasuki rumah-rumah warga setelah Madiun dan Ponorogo diguyur hujan terus menerus. Banjir yang melanda Kecamatan Kwadungan, meluas ke Desa Sembung (Kecamatan Karangjati), Kecamatan Pangkur dan Geneng. “Kami putuskan agar qarba yang rumahnya sudah terendam untuk mengungsi, takut kalau semakin besar banjirnya,” ungkap Mulyanto, Kepala Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur.
Desa Waruk Tengah termasuk yang terdampak cukup parah akibat banjir ini. Ratusan orang diungsikan karena sekitar 300 rumah di desa ini terendam air.
Sedangkan di Desa Sembung, rumah dari bambu milik Supardi (55 thn) ikut hanyut diterjang banjir, saat pemiliknya mengungsi di rumah tetangganya. “Tidak ada yang tersisa, saat ini hanya baju yang ada di badan,” ungkap Supardi, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso keliling.
Banjir kali ini menjadikan rasa khawatir karena di Ngawi pernah mengalami banjir besar pada tahun 2007 bahkan saat itu sampai jatuh korban jiwa. Selain itu dampak adanya penyakit pasca banjir surut juga ikut membayangi.
Sampai Rabu malam, tim SAR gabungan beserta relawan terus bersiaga, apalagi informasi dari BPBD hujan terus terjadi di wilayah Ponorogo, Madiun dan sebagian Ngawi. Banjir akan makin mengancam Ngawi bila Bengawan Solo juga ikut meluap atau penuh. Dua bengawan besar di Jawa ini memang mengapit Ngawi dari sisi barat dan timur sehingga perlu kewaspadaan ekstra. (ari)