Banjir, Puluhan Desa Lumpuh

Jembatan Kaligandri yang terputus akses karena banjir, Rabu (06/3).
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Puluhan desa di Ngawi terpaksa lumpuh dari aktifitas akibat banjir yang melanda sejak Rabu pagi (06/3). Hal ini terutama menimpa desa yang bersisian dengan Bengawan Madiun.
Daerah tang kebanjiran diantaranya adalah Desa Tirak, Kwadungan, Purwosari, Simo, Sumengko, Pojok, di Kecamatan Kwadungan, adalah daerah yang terendam banjir setinggi paha orang dewasa mulai pukul 02.00 WIB dini hari. “Makin pagi, makin parah karena Madiun dan Ponorogo juga banjir, jalan raya Kwadungan tidak biza dilalui,” ujar Azis, salah satu warga Kwadungan.
Aktifitas sekolah dan perkantoran juga harus tutup akibat banjir di Kwadungan ini. Anak-anak pun terpaksa diliburkan kendati saat ini musim ulangan tengah semester dan persiapan UNBK untuk tingkat MI/SD.
Banjir juga melumpuhkan jalur jembatan Kaligandri di Kecamatan Pangkur. Di Dusun Ngompro Desa Ngompro banjir juga merendam rumah warga.
Terjangan banjir yang parah juga terjadi di Dusun Tapen, Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur. Air banjir masuk ke permukiman sejak Selasa lalu dan sebagian warga yang kebanjiran dievakuasi ke titik aman mengingat air luapan Bengawan Madiun semakin meninggi.
Tim gabungan dari BPBD, Kodim, Polres dan relawan antisipasi bencana, sampai Rabu siang terus berupaya melakukan pantauan dan evakuasi untuk warga di titik-titik rawan demi mencegah jatuhnya korban jiwa. Perahu-perahu karet yang pernah diperbantukan pemerintah sebelumnya juga diminta untuk disiapkan. “Kami siagakan ratusan personel, termasuk meminta desa-desa rawan banjir mensiagakan perahu karet sejak Selasa lalu sehingga saat ada evakuasi bisa mudah digunakan,” ungkap (plt) Kepala BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono.
Sampai Rabu siang, tim terpadu penanggulangan bencana masih terus mendata warga terdampak bencana banjir. (ari)