HomeBERITABermanfaat untuk Warga Ngawi, Program I-SEE Yayasan Paramitra Diharapkan Berlanjut

Bermanfaat untuk Warga Ngawi, Program I-SEE Yayasan Paramitra Diharapkan Berlanjut

Diskusi publik digelar Yayasan Paramitra,, Senin (30/6/2026).

NGAWI, SMNNews.co.id – Program I-SEE (Inclusive System for Effective Eye Care) yang dilaksanakan Yayasan Paramitra Indonesia diharapkan dapat tetap dilanjutkan di Kabupaten Ngawi.

Hal itu mengemuka saat digelar Diskusi Publik Keberlanjutan Layanan Kesehatan Mata Inklusif untuk Semua Warga Ngawi, Senin (29/6/2026).

Diskusi publik yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko itu juga mengetengahkan sejumlah cerita sukses pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan mata seiring pelaksanaan program I-SEE di Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko, mengakui bahwa gangguan kesehatan mata di Kabupaten Ngawi termasuk penyakit tidak menular yang butuh diprioritaskan. Hal itu karena gangguan penglihatan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

“Di Ngawi ini bahkan angka prevalensi gangguan kesehatan mata lebih tinggi dari catatan nasional. Ini tentu butuh perhatian dan selama ini program I-SEE telah cukup baik bersinergi dengan kebijakan Dinas Kesehatan Ngawi,” ujar Antok, sapaan akrabnya.

Diskusi publik itu dihadiri sejumlah elemen diantaranya dari organisasi pemerintah daerah, Duta Genre, kader kesehatan, kader desa sebagainya.

Pelaksanaan program I-SEE berlangsung dari 2024 sampai 2027. Selain di Ngawi, juga dilakukan Paramitra di Magetan dan Madiun.

Retno Dewi Sulistyani, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Ngawi, mengatakan, program I-SEE telah membantu pemerintah mencegah dan menangani gangguan kesehatan mata.

“Program ini telah berhasil melibatkan masyarakat untuk tahu dan peduli pada ancaman gangguan kesehatan mata. Bahkan juga melatih warga untuk bisa melakukan screening mata sejak dini. Tentu ini membantu kami,” katanya.

Saat ini Paramitra dan Dinkes juga tengah menanti pengesahan peraturan bupati (Perbup) yang mengatur tentang layanan kesehatan mata. Adanya Perbup ini akan menjadi pijakan sekaligus perlindungan bagi nakes dan kader kesehatan saat melaksanakan tugasnya.

“Kami harap tetap akan ada program I-SEE Ngawi ini, karena jelas dirasakan manfaatnya serta Paramitra dapat membersamai Dinkes untuk dapat ikut mengawal implementasi Perbup yang kami yakin bisa disahkan tahun ini. Saat ini rancangan Perbup itu sendiri dalam tahap kajian akademik,” ungkapnya.

Sejumlah cerita tentang manfaat pelaksanaan program I-SEE juga disampaikan dalam diskusi itu. Diantaranya peristiwa yang menimpa siswi SD di Karangjati, bernama Ajeng. Mata Ajeng termasuk terlambat saat diketahui namun mata kanan masih bisa diselamatkan.

Program I-SEE membantu Ajeng dalam mendapatkan layanan kesehatan, biaya transport ke faskes dan kacamata yang sesuai karena untuk kondisi Ajeng belum bisa dicover BPJS.

Selain itu program I-SEE yang dijalankan Paramitra ini juga berhasil melibatkan masyarakat untuk peduli dan bergerak, membentuk 10 desa sehat mata di Ngawi, serta mendorong pemerintah membuat regulasi dalam wujud perbup yang kini tengah digodok.

Direktur Paramitra Indonesia, Asiah Sugiyanti, memaparkan, program I-SEE bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata yang inklusif, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dan pelibatan aktif masyarakat.

Asiah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk mendukung pencapaian target bidang kesehatan di tingkat lokal.

Capaian positif program I-SEE ini, peningkatan kapasitas kader dan guru dalam deteksi dini gangguan penglihatan

“Selain itu terbentuknya desa sehat mata, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan mata yang ramah disabilitas, serta dukungan kebijakan daerah dalam pengembangan desa sehat mata inklusi,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan gangguan penglihatan. Asiah Sugianti juga mengingatkan bahwa kelak bila perbup tentang kesehatan mata sudah ada, semua pihak harus mengawal implementasinya agar dapat tepat sasaran. (kps).

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Beky Herdihansah Dorong Produk Kopi Blitar Tembus Pasar Ekspor, Produk Kopi Jos Jiz Jadikan Sorotan di Expo Blitaria 2026

BLITAR, SMNNews.co.id - Produk kopi lokal bertajuk Kopi Jos Jiz menjadi salah satu daya tarik dalam pembukaan Blitaria Expo 2026, rangkaian peringatan Hari Jadi...

Dinkes Kota Pasuruan Gelar BIAS Agustus–November, Targetkan Perlindungan Kesehatan Siswa SD

PASURUAN, SMNNews.co.id - Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kembali menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang ditujukan bagi para siswa sekolah dasar di seluruh...

Polres Blitar Kota Gelar Rutin Jumat Berkah, Bagikan Ratusan Paket Nasi Wujud Nyata Polisi Hadir di Tengah Masyarakat

KOTA BLITAR, SMNNews.co.id - Polres Blitar Kota kembali menggelar kegiatan sosial rutin "Jumat Berkah" dengan membagikan ratusan nasi kotak kepada masyarakat sekitar, Jumat (07/08/2026). Kegiatan...