
REJANG LEBONG, SMNNews.co.id – Suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat gotong royong mewarnai Perayaan Sedekah Bumi ke-77 Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, yang digelar pada Minggu (5/7/2026). Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini kembali menjadi momentum masyarakat untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keberkahan yang diberikan kepada seluruh warga.
Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lapangan Desa Sambirejo untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung meriah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sambirejo Daniel Reza, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Madi Husen dari Fraksi Partai Golkar, didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, seluruh perangkat Desa Sambirejo, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Selupu Rejang.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan memukau dengan penampilan Tari Kejei, tarian adat kebanggaan masyarakat Rejang yang dipersembahkan oleh Sanggar Benuang Sakti sebagai tari penyambutan tamu kehormatan. Keindahan gerak para penari disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan atraksi Pencak Silat Rejang Pat Petulai, yang menampilkan seni bela diri tradisional khas masyarakat Rejang. Atraksi tersebut memperlihatkan ketangkasan, keberanian, serta nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan oleh para leluhur dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.
Yang menjadi perhatian dan mendapat apresiasi luas dalam perayaan tahun ini adalah semangat persatuan yang ditunjukkan oleh masyarakat. Meskipun Sedekah Bumi diselenggarakan oleh masyarakat Etnis Jawa yang menetap di Desa Sambirejo, panitia tetap mengedepankan penghormatan terhadap budaya asli daerah Rejang dengan menampilkan Tari Kejei dan Pencak Silat Rejang Pat Petulai sebagai pembuka acara.
Hal tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat. Tidak ada rasa saling membeda-bedakan berdasarkan suku maupun budaya. Sebaliknya, seluruh masyarakat bersatu dalam semangat persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan saling menghormati. Perayaan Sedekah Bumi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Sambirejo mampu menjaga keharmonisan dalam keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sambirejo, Daniel Reza, mengucapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Sedekah Bumi ke-77 dan mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Sedekah Bumi bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini kita mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menanamkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat, aparat keamanan, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan meriah. Semoga Desa Sambirejo semakin maju, masyarakatnya semakin kompak, dan tradisi luhur ini terus lestari dari generasi ke generasi,” ujar Daniel Reza.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Madi Husen, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sambirejo yang dinilai berhasil menjaga tradisi sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya.
“Saya merasa bangga melihat kekompakan masyarakat Desa Sambirejo. Sedekah Bumi ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa perbedaan suku bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Justru keberagaman merupakan kekuatan yang harus kita rawat bersama. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai warisan budaya yang mempererat persaudaraan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Provinsi Bengkulu,” ungkap Madi Husen.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat. Perayaan Sedekah Bumi ke-77 tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa budaya mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun adat istiadat. Masyarakat Jawa sebagai penyelenggara memberikan penghormatan kepada budaya asli Rejang sebagai bentuk rasa hormat kepada tanah tempat mereka hidup dan bermasyarakat. Nilai gotong royong, toleransi, persaudaraan, dan saling menghargai menjadi pondasi utama terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis di Desa Sambirejo.
Dengan semangat “Masyarakat Kuat dengan Gotong Royong”, Sedekah Bumi ke-77 Desa Sambirejo diharapkan terus menjadi warisan budaya yang memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan antar suku, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. (*)
Reporter: Amin Gondrong.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

