
PALU, SMNNews.co.id – Jumlah penerima manfaat bantuan pangan di Sulteng yang disalurkan melalui Bulog Sulteng sebanyak 251.825 kepala keluarga, tersebar di 13 kabupaten dan kota. Setiap kepala keluarga menerima 10 kg sehingga jumlah beras yang disalurkan Bulog Sulteng sepanjang tahun 2024 sebanyak 2.518 ton 250 kg.
Kakanwil Bulog Sulteng Heriswan mengemukakan hal itu kepada wartawan dalam acara ‘Jumpa Pers’ yang digelar Aula Kantor Bulog Sulteng, pada Senin (2/12/2024).
Dijelaskan, penerima manfaat bantuan beras yang berasal dari kota Palu 21.733 KK, kabupaten Donggala 25.747 kk, kabupaten Sigi 21.839 kk, dan 43.739 kk kabupaten Parigi-Moutong, penyalurannya dilakukan melalui Kanwil Bulog Sulteng. Penerima manfaat di kabupaten Poso 22.282 kk, kabupaten Tojo Unauna 17.100 kk, kabupaten Morowali 9.919 kk, kabupaten Morowali Utara 8.282 kk, penyalurannya melalui Kantor Cabang Bulog Poso.
Penerima manfaat di kabupaten Banggai 27.364 kk, kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) 11.774 kk, kabupaten Banggai Laut 4.202 kk. Penyalurannya melalui kantor cabang Bulog Banggai. Sedangkan penerima manfaat di kabupaten Tolitoli sebanyak 20.646 kk, dan kabupaten Buol 17.198 kk, penyalurannya melalui kantor Bulog cabang Tolitoli.
Menurut Heriswan, penyaluran tahap pertama dan kedua serta ketiga untuk alokasi bulan Agustus dan Oktober 2024, semuanya sudah selesai seratus prosen. Sedangkan alokasi Desember 2024, sesuai jadwal penyalurannya dimulai di kabupaten Sigi.
“Dengan disalurkannya bantuan sebanyak sepuluh kilogram tiap kk kepada seluruh penerima manfaat, berarti Perum Bulog Sulteng menyalurkan bantuan beras sebanyak 2.518 ton 250 kilogram,” jelas Heriswan.
Untuk menjamin ketepatan penyaluran, kata Heriswan, Bulog menggunakan mekanisme pengawasan ketat melalui transporter resmi yang bertanggung jawab mengirimkan bantuan dari gudang Bulog hingga sampai ke penerima manfaat.
“Penerima manfaat harus sesuai dengan data yang kami miliki. Mekanisme ini memastikan tidak ada penerima diluar data resmi. Selain itu, penerima wajib di foto dan KTP sebagai bukti penerimaan,” katanya.
Terkait persiapan beras menghadapi Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Heriswan memastikan ketersediaan stok pangan di Sulteng masih aman hingga Maret 2025. Bulog Sulteng juga siap mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok selama liburan akhir tahun.
“Jika ada kenaikan harga, kami akan segera salurkan bantuan untuk menstabilkan kondisi di lapangan, “tegasnya seraya berharap media bisa membantu memantau distribusi agar bantuan pemerintah tepat sasaran. (db)
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

