
JEMBER, SMNNews.co.id – Implementasi program Home Care atau program dokter keluarga bagi masyarakat miskin, Bupati Jember, Gus Fawait mendatangi rumah Sumirus (76) dan Rubiah (80), warga dusun Krajan desa Tanggul Kulon kecamatan Tanggul, Selasa (28/07/2026). Gus Fawait dalam wawancaranya dengan awak media menyampaikan bahwa Pemkab Jember mempersiapkan 1200 tenaga kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan Home Care di kabupaten Jember.
“Ada lima kategori warga sasaran program home care, yakni yang pertama Lanjut usia (Lansia) tunggal. Jadi Lansia ini tinggal sendiri di rumahnya, tanpa anak dan keluarga,” ungkap Gus Fawait.
Gus Fawait juga menyampaikan, sasaran kedua program home care yaitu ibu hamil resiko tinggi.
“Sasaran ketiga stunting dan keempat warga disabilitas yang memiliki penyakit bawaan serta yang kelima adalah warga tidak mampu yang memiliki penyakit berkepanjangan,” ucapnya.
“Kelima sasaran tersebut akan didatangi tim Nakes atau Puskesmas setempat. Lalu tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan dasar seperti cek gula darah, asam urat, kolesterol dan lain sebagainya,” terangnya.
Lanjut Gus Fawait, jika sasaran masih cukup teratasi dengan pelayanan kesehatan dan Puskesmas setempat, maka cukup akan mendapatkan obat dan vitamin.
“Jika masih butuh pemeriksaan dokter umum, maka petugas kesehatan akan melakukan telemidisin atau video call,” jelasnya.
“Jika penanganan dokter umum melalui telemedisin masih kurang cukup, maka petugas akan menyambunkan dengan dokter spesialis atau sub spesialis yang ada di tiga rumah sakit di kabupaten Jember. Jika melalui penanganan dokter spesialis masih kurang mampu, maka relawan atau tim kesehatan langsung membawa pasien ke rumah sakit,” tuturnya.
Gus Fawait juga memaparkan bahwa tim Nakes akan terus mengunjungi sasaran program home care setiap satu bulan sekali.
“Program home care ini bertujuan melayani warga kurang mampu yang menyimpan penderitaan atau rasa sakitnya karena ketidak mampuan finansial,” imbuhnya.
“Alhamdulillah, salah satu pasien sudah lumayan sehat dan mendapatkan obat dari tim Nakes. Dan satu warga lagi akan mendapatkan pelayanan MRI atau pemeriksaan media pemindaian organ dalam tubuh yang menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio, tanpa menggunakan sinar radiasi, untuk kita deteksi penyakitnya, karena pasien sudah lumpuh agak lama,” ungkapnya
Gus Fawait juga menegaskan bahwa saat ini Pemkab Jember melalui dinas kesehatan, dinas sosial dan Puskesmas sudah melakukan finalisasi data pemeriksaan pelayanan home care.
“Jika nanti ada sasaran yang belum ter-cover data, maka kami menyediakan hotline di platform Wadul Gus’e,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

