
BLITAR, SMNNews.co.id – Sinergi TNI, polri, dan Forkopimda, Bupati Blitar, Rijanto menghadiri acara upacara pembukaan program Tentara Manunggal Membangun Desa ke-27 tahun 2026 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (10/02/26).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem 081/DSJ, anggota forkopimda, Komandan Batalyon Infanteri 511/ Dibyatara Yudha, saudara Kepala BNN Kabupaten Blitar, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, direktur RSUD, dan kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, seluruh camat se-Kabupaten Blitar, anggota Forkopimcam Gandusari, ibu-ibu dari TP PKK dan dharma wanita persatuan, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gandusari, seluruh peserta upacara dari Kodim 0808, Yonif 512/QY, Yonif 511, Divif 2/K, Lanal Malang, Lanud Iswahyudi dan jajaran Polres Blitar dan seluruh peserta upacara yang hadir.
Bupati Blitar, Rijanto dalam sambutannya mengatakan, atas nama pemerintah kabupaten blitar dan masyarakat, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam upacara ini. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun desa dan memperkuat persatuan bangsa.
“Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada jajaran tentara nasional indonesia yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan,” jelas Bupati Rijanto.
Tema TMMD ke-127 tahun 2026 yaitu “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa” sangat relevan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah. Desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Jika desa kuat, mandiri, dan sejahtera, maka bangsa ini akan berdiri kokoh.
“Program TMMD memiliki maksud dan tujuan yang sangat strategis, yaitu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui TMMD, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kebersamaan, dan nasionalisme,” ujarnya.
Selama ini kita telah merasakan bahwa melalui TMMD, berbagai fasilitas umum dapat terbangun dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, seperti jalan desa, sarana air bersih, fasilitas sosial, dan infrastruktur pendukung lainnya. Semua ini bermuara pada satu tujuan besar, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk diketahui bersama bahwa, sasaran fisik pada kegiatan TMMD tahun ini adalah jalan rabat beton menghubungkan Dusun Krisik dengan Dusun Wonorejo dengan lebar 6 meter sepanjang 1.040 meter. Selain itu ada jembatan baja penghubung di Dusun Barurejo sepanjang 12 meter, pembangunan rumah layak huni 7 unit di Dusun Krisik, 5 unit di Dusun Barurejo, dan 3 unit di Dusun Tirtomoyo. Juga ada pembangunan jamban layak 8 unit di Dusun Krisik, 6 unit di Dusun Barurejo dan 1 unit di Dusun Tirtomoyo. Sedangkan kegiatan non fisik antara lain 6 kegiatan sosialisasi, 2 kegiatan pelatihan dan 2 pelayanan umum.
“Perlu kita sadari bersama bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak hanya terbatas pada persoalan infrastruktur. Kita dihadapkan pada berbagai persoalan lain yang juga memerlukan perhatian serius dan penanganan bersama, di antaranya ketahanan pangan, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, solusi atas berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan keterpaduan lintas sektor. pemerintah daerah, TNI, POLRI, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat harus berjalan seiring, saling mendukung, dan saling menguatkan,” tegasnya.
Melalui TMMD, kita memiliki ruang strategis untuk mengintegrasikan pembangunan fisik dan nonfisik. selain membangun sarana prasarana, TMMD juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyuluhan kesehatan, peningkatan kesadaran gizi untuk mencegah stunting, penguatan ketahanan pangan desa, hingga pembinaan wawasan kebangsaan.
“Saya berharap pelaksanaan TMMD ke-127 di desa krisik ini dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian bersama terhadap pembangunan desa. Ke depan, saya berharap program TMMD terus berlanjut dan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah kabupaten blitar siap mendukung dan bersinergi agar TMMD menjadi program yang berkelanjutan dan berdampak luas,” imbuhnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan TMMD ke-127 tahun 2026 ini. semoga kerja keras dan pengabdian kita semua menjadi amal ibadah dan membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat desa krisik dan kabupaten blitar secara keseluruhan,” pungkas Bupati Blitar Rijanto. (*)
Reporter: Bonaji.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

