
JEMBER, SMNNews.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait mengajak mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) untuk ikut mengambil peran dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menyampaikan ajakan tersebut saat menjadi pemateri dalam Leadership Camp 2026 bertema “Membangun Karakter Menjadi Pemimpin Masa Depan”, yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember di Kantor Serbaguna KPwBI Jember, Senin (21/09/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa penerima beasiswa BI tersebut, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap pendidikan generasi muda Jember.
Menurutnya, beasiswa yang BI berikan tidak hanya membantu mahasiswa secara individu, tetapi juga mendukung Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Jember untuk mendapatkan beasiswa. Menurut saya, beasiswa ini tidak kecil dan sangat membantu pemerintah Kabupaten Jember dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Gus Fawait.
Ia menyebut, pada tahun ini terdapat sekitar 295 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang mendapatkan beasiswa Bank Indonesia di Jember.
Gus Fawait berharap kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemkab Jember tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan meningkatkan kualitas pendidikan.
Lebih jauh, Gus Fawait menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam agenda pembangunan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Ia mendorong mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember maupun pemerintah Indonesia secara umum dalam upaya pengentasan kemiskinan,” katanya.
Menurut Gus Fawait, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus mata rantai kemiskinan dalam jangka panjang. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sebaik-baiknya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga prestasi akademik maupun nonakademik, termasuk mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK).
“Dalam jangka panjang, mengurai kemiskinan tidak ada jalan yang paling efektif kecuali melalui pendidikan. Maka mereka harus berkuliah dengan baik, IPK-nya harus dijaga, prestasi akademik maupun nonakademiknya juga harus dijaga,” tegasnya.
Gus Fawait berharap para penerima beasiswa tersebut kelak menjadi generasi berkualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa. Ia bahkan membuka harapan agar sebagian dari mereka dapat melanjutkan pengabdian melalui Bank Indonesia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, menjelaskan bahwa program beasiswa BI tidak hanya memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa. Penerima beasiswa juga didorong menjadi bagian dari komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
“Beasiswanya bukan hanya teman-teman sebagai penerima manfaat, tetapi juga kita dorong untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat melalui kegiatan komunitas,” jelas Iqbal.
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa akan bergabung dalam komunitas GenBI di masing-masing kampus. Mereka diharapkan dapat membantu Bank Indonesia memperluas edukasi kepada masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan GenBI antara lain edukasi mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pemahaman mengenai tugas dan kebijakan Bank Indonesia, serta kampanye penggunaan sistem pembayaran nontunai.
“Jadi selain diberikan beasiswa, kita dorong mereka membentuk komunitas yang namanya Generasi Baru Indonesia atau GenBI. Di masing-masing kampus nanti ada ketua komisariatnya,” ungkapnya.
Iqbal menambahkan, tahun ini terdapat sekitar 295 mahasiswa yang menerima beasiswa BI di Jember. Salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah mahasiswa memiliki IPK minimal 3 dan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
“Memang kami pastikan tidak dobel program dengan program-program instansi lain ataupun pemerintah kabupaten,” katanya.
Program beasiswa dan GenBI tersebut, lanjut Iqbal, telah berjalan sekitar delapan tahun di Jember. Namun, jumlah penerima pada 2026 menjadi salah satu yang terbesar selama pelaksanaan program tersebut.
“Program ini mungkin sudah tahun ke-8. Tapi tahun ini memang yang paling besar peningkatannya, sekitar 295 mahasiswa,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

