
JEMBER, SMNNews.co.id – Sabtu malam (01/08/2026), Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa pinjaman Pemkab Jember sebesar 786,57 miliar Rupiah merupakan dana talangan dan taktik akselerasi pembangunan bertujuan sebagai efektivitas dan keekonomian. Gus Fawait berharap dengan adanya dana talangan tersebut akan ada multiplier effect bagi masyarakat Jember.
“Dengan dana talangan, kita akan membangun infrastruktur lebih baik, seperti rumah sakit dan tidak memperngaruhi postur anggaran kita kedepannya, seperti gaji ASN. Jadi anggaran dalam rencana pengajuan pembiayaan atau dana talangan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2027 bukan dana pinjaman untuk menambal hutang,” ungkap Gus Fawait, di pantai Watu Ulo usai launching festival JKCI.
Lanjut Gus Fawait, dalam memahami pembahasan APBD harus secara utuh, semisal pembahasan defisit.
“Dengan status defisit, bukan berarti kabupaten kekurangan uang,” ucapnya.
“Karena mekanismenya, serapan anggaran pada tahun 2026 paling tinggi 90 persen. Misalkan, jika ada defisit 200 miliar, maka akan ada kelebihan anggaran sebesar 40 miliar nantinya, dan akan Pemkab gunakan di tahun 2027,” tegas Gus Fawait.
Gus Fawait juga menyampaikan, pinjaman adalah pengembalian keuangan yang melampaui masa jabatan seorang bupati.
“Sementara talangan, masih dalam posisi bupati tersebut menjabat,” jelasnya.
“Pertimbangan talangan adalah nilai ekonomis, karena membangun satu kilometer hari ini lebih murah atau ekonomis di tahun 2027 atau tahun kedepannya. Sehingga dengan menggunakan dana talangan, maka pembangunan akan lebih murah dan ada multiplier effect,” terangnya.
Gus Fawait juga memaparkan bahwa keuangan dan dan pelayanan rumah sakit di kabupaten Jember sudah bagus.
“Sementara antrean pasien makin panjang, sehingga perlu pembangunan unit baru,” tuturnya.
“Sebelum saya menjabat, kita mendapat warisan hutang sekitar 200 miliar dari sektor kesehatan. Alhamdulillah, saat ini kita sudah melunasinya, dan kita perlu pembangunan unit baru. Dan dana talangan ini kita ambil dari kementerian melalui dana transfer, bukan dari perbankan,” paparnya.
Gus Fawait menambahkan, setelah mendapat dana talangan, maka Pemkab akan mengembalikan melalui pembangunan unit baru tersebut.
“Jadi, tidak mengganggu keuangan rumah sakit, apalagi APBD,” ungkapnya.
“Dengan pembangunan unit baru, ia bisa membayar dirinya sendiri. Multiplier effectnya, antrean tidak panjang, menambah lapangan pekerjaan, BOR atau angka penggunaan tempat tidur di RSD Balung dan dr Soebandi terkadang melebihi seratus persen,” paparnya.
Gus Fawait menegaskan bahwa tidak semua kabupaten mendapat dana talangan dari kementerian keuangan.
“Sementara Jember bisa karena pendapatan kita naik trend 32 persen, APBD sehat. Anggaran untuk PNS dan ASN dibawah 30 persen, sehingga APBD Kabupaten Jember dianggap sehat,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

