
JEMBER, SMNNews.co.id – Senin sore (08/06/2026), Bupati Jember, Gus Fawait distribusikan mobil operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di halaman kantor Pemkab Jember. Gus Fawait meyakini bahwa program nasional KDKMP akan berdampak pada pengentasan kemiskinan, terutama penurunan angka ketimpangan pendapatan.
Sebab filosofi koperasi sebenarnya adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro dan juga penurunan angka ketimpangan pendapatan.
“Hari ini kami bersama Dandim Jember dan Forkopimda menyerah terimakan truk dan pick-up untuk program KDKMP di kabupaten Jember,” ungkap Gus Fawait di hadapan awak media, usai serah terima mobil operasional KDKMP.
Lanjut Gus Fawait, sejajar pesan Presiden RI Prabowo Subianto, jangan sampai pembangunan dikuasai segelintir orang atau bertumpu di satu titik saja. “Namun Presiden Prabowo menginginkan dengan adanya KDKMP ini bisa memeratakan pertumbuhan ekonomi,” tegas Gus Fawait.
“Saat ini juga ada oknum yang membuat persepsi salah terkait KDKMP, yang menyatakan bahwa KDKMP akan bersaing dengan pihak swasta atau toko kelontong milik masyarakat. Padahal KDKMP ini untuk mengisi tempat – tempat atau zona yang belum terisi oleh pihak swasta,” tuturnya.
Gus Fawait juga menambahkan, salah satu tujuan KDKMP yakni untuk menjaga stabilitas harga gabah di masyarakat. “Kami harap nanti KDKMP akan seperti Bulog mini yang akan membeli gabah petani dengan harga yang tidak merugikan petani,” jelasnya.
“Kedua, KDKMP akan menjadi suplier program pemerintah seperti MBG dan lain sebagainya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu miring tentang keberadaan KDKMP,” terangnya.
Gus Fawait juga menegaskan bahwa keberadaan KDKMP merupakan instrumen pemerataan ekonomi di wilayah desa dan memastikan komoditas petani seperti gabah terbeli sesuai harga pemerintah.
“Pemkab Jember akan terus mengawal agar KDKMP terus berkesinambungan dengan mensinergikan dengan Bulog. Kami juga akan mendorong dapur SPPG agar suppliernya dari KDKMP, jangan sampai supplier SPPG adalah pemain – pemain besar,” ucapnya.
Gus Fawait juga berharap KDKMP menyerap hasil pertanian masyarakat setempat untuk mereka setor ke SPPG setempat, pungkasnya.
Sementara Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada menambahkan, bahwa target percobaan pendirian KDKMP di Jember adalah 42 titik.
“Selanjutnya KDKMP akan berdiri di setiap desa atau kelurahan yang ada di kabupaten Jember,” ungkap Dandim Rifqi.
“Sejajar dengan arahan bupati Jember, KDKMP kita harapkan mampu menopang perekonomian masyarakat desa. Karena target KDKMP ini untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat desa setempat, agar masyarakat desa bisa swadaya dan lain sebagainya,” tegas Dandim.
Letkol Rifqi juga menambahkan, dengan adanya dukungan mobil operasional berupa truk dan pick-up untuk KDKMP bisa semakin meningkat performa KDKMP.
“Yakni bisa menyerap gabah masyarakat setempat,” tuturnya.
“Kami menargetkan bulan Agustus seluruh KDKMP sudah terbentuk di kabupaten Jember. Namun ada sejumlah lokasi yang masih terkendala dengan lahan untuk pendirian KDKMP, dan kami akan terus berkoordinasi dengan level lebih tinggi untuk penyelesaian terkait lahan pendirian KDKMP. Dan terkait penyiapan lahan pendirian KDKMP itu dari pihak desa itu sendiri,” pungkasnya.
Kades Sucopangepok kecamatan Jelbuk, Abd Rahman, mengapresiasi dengan adanya program nasional KDKMP. Menurutnya, program KDKMP sangat vital sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa, ungkapnya.
“Dengan adanya bantuan truk dan pick-up semakin memudahkan petani untuk mendistribusikan hasil pertaniannya,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Babinsa Desa Sucopangepok, Pelda Edi Sucipto, keberhasilan KDKMP harus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat desa setempat.
“Terutama perangkat desa harus proaktif untuk menghidupkan KDKMP agar terus berkesinambungan,” pungkasnya.
Sementara Abdul Napik, Ketua KDKMP Desa Sucopangepok mengaku senang dengan adanya program KDKMP inisiatif Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga kedepan masyarakat desa semakin sejahtera dan seluruh rakyat Indonesia makmur,” pungkasnya. (*)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

