Cari Kepala Korban Mutilasi, Polisi Terjunkan Penyelam

Polisi dan warga mencari kepala mayat dalam koper dengan menyelami sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Blitar, suaramedianasional.co.id- Polres Blitar Kota terus berusaha mencari potongan kepala mayat dalam koper yang diketahui sebagai Budi Hartanto (28 thn) warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Mayat Budi Hartanto ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar.

Salah satu upaya polisi adalah dengan mengerahkan tim penyelam untuk menelusuri sungai di bawah jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Tempat ini  merupakan lokasi awal penemuan mayat guru tari itu.

Meski dengan cara tradisional, yakni menyelam dengan menebar jaring di dasar sungai, polisi melakukan penyisiran itu tiap sore hari. Para penyelam ini merupakan anggota Polsek Udanawu dibantu sebagian warga sekitar.

“Ini pencarian dengan menyelam. Mulai kemarin kita lakukan pencarian tiap sore sekitar pukul tiga sore,” ungkap Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Kamis (11/4).

Menurut Heri, fokus pencarian kali ini adalah pencarian kepala korban. Mengingat sudah satu minggu sudah mayat korban pertama kali ditemukan yang sudah semestinya waktunya potongan tubuh ini muncul bila terendam di air.

“Segala upaya kita pakai, fokus pada pencarian kepala,” ujarnya.

Meski hingga saat ini belum menemukan hasil, Polres Blitar Kota tetap berusaha keras mencari kepala korban. Sebab diperkirakan kepala korban ini dibuang tidak jauh dari tubuh korban yang dimasukkan di dalam koper dan dibuang dibawah jembatan itu.

Belakangan mayat ini diketahui identitasnya Budi Hartanto (28) warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang bekerja menjadi guru honorer dan pelatih tari. Penyelidikan terakhir yang melatarbelakangi pembunuhan ini diduga masalah asmara.

Hingga saat ini polisi juga masih memburu dua terduga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Tim gabungan dari Polda Jatim, Polres Kediri dan Polres Blitar Kota dikerahkan untuk mengungkap kasus ini. (jon)