Coba Lari, Kurir Narkoba Ditembak Mati

Petugas Polda Jatim menunjukan barang bukti SS yang akan diselundupkan tersangka mendiang YP. YP ditembak mati petgas karena mencoba melarikan diri saat ditangkap petugas.

 

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Tindakan tegas terpaksa diambil jajaran petugas Polda Jatim dalam menangani kurir narkoba berinisial YP, warga Jl, Mangkurejo RT 02 RW 02 Desa

Kwangsan, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera, didampingi Kepala RS Bhayangkara Kombes Prima Heru dan Wakadir Resnarkoba Polda Jatim, AKPB Teddy S Syarif, menggelar konferensi pers Senin (11/3) dan menjelaskan bahwa polisi terpaksa menembak mati tersangka YP setelah dia mencoba lari dan tidak mengindahkan tembakan peringatan. “Tersangka tetap lari sehingga petugas berlaku tegas,” ujar Frans Barung.

Kejadian yang menimpa tersangka kurir narkoba berinisial YP ini bermula ketika polisi mengendus pengiriman narkoba jenis shabu-shabu (SS)  dari Malaysia. Informasi ini adalah pengembangan dari pengungkapan kasus narkoba dengan kurir berinisial CKH dan HLKL yang sudah berhasil ditangkap 19 Oktober tahun lalu. Mereka berdua yang memberikan informasi akan ada lagi pengiriman SS dari Malaysia pada 9 Maret 2019 dengan pengendali berinisial KIM di Jakarta dan melalui jalur darat di salah satu hotel di Surabaya. Dari sinilah petugas berhasil mengendus keberadaan YP yang diminta mengirim SS ke Surabaya dengan terlebih dahulu menemui KIM di Jakarta.

Langkah YP ke Jakarta bertemu KIM pada 7 Maret 2019 juga sudah termonitor petugas kepolisian. Pada Sabtu 9 Maret 209. YP menerima sebuah koper dari KIM untuk dibawa ke Surabaya dengan nai bus dari terminal Lebak Bulus. YP pun naik bus sekitar pukul 16.00 WIB dengan diberi uag saku Rp 2 juta namun dia tak menyadari bila sudah diikuti petugas Ditresnarkoba Polda Jatim dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Saat bus mengisi bahan bakar di SPBU Kebomas Gresik, pada Minggu, 10 Maret 2019, petugas menyergap dan menangkap YP. Saat digeledah, ditemukan 5 bungkusan plastik SS dengan total berat mencapai sekitar 5 kilogram. Kelima bungkusan SS ada di dalam koper hitam. Petugas juga menyita sebuah handphone merek Samsung dan merek Docomo, sebuah charge HP merek Assus, selembar tiket pesawat Lion, selembar tiket bus, bukti bill hotel di Jakarta dan KTP, semuanya atas nama YP. Selain itu juga menyita uang tunai Rp 2,35 juta. “Saat diminta keterangannya, YP mengakui diupah Rp 30 juta per kilogram SS yang dikirimnya. Tujuan pengantaran adalah stasiun Gubeng dan aka n ada kurir lain berinisial EVO yang akan menerima barang tersebut,” ungap Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera.

Pengakuan ini membuat petugas pun membawa YP ke Stasiun Gubeng sekaligus menyanggong penerima barang berinisial EVO. Namun, tunggu punya tunggu dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB ternyata EVO tidak datang. “Saat itu, tersangka YP beralasan lagi bahwa bila EVO tidak datang, kiriman akan dibawa ke Desa Sendang Lauk Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, sehingga malam itu pun petugas mengawalnya ke lokasi yang dimaksud,” ujarnya.

Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB sampai di Bangkalan dan ditunggu sampai 22.30 WIB tetap saja EVO tidak datang. Tanpa disangka, YP malah lari dan tida mengindahkan tembakan peringatan dari petugas. “Tiga kali tembakan peringatan untuk memperingatkan agar tersangka tidak melarikan diri, ternyata tetap nekat melarikan diri sehinggaditembak. Situasi saat itu gelap dan tertutup oleh semak belukar, sewaktu petugas mendekati tersangka YP teryata sudah meninggal dunia,” ujar Frans Barung.

Jasad YP akhirnya dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara. Wadir Resnarkoba Polda Jatim. Kombes Pol Teddy S Syarif menyataka, tindakan keras oleh petugas berupa penembakan karena tersangka mencoba melarikan diri. “Tersangka YP ini termasuk kepercayaan bandar narkoba bernisial KIM dan SS yang dibawanya senilai sekitar Rp 5 miliar,” ungkap Teddy.

Polda Jatim sampai saat ini memberikan perhatian besar pada pengungkapan kasus-kasus narkoba apalagi jaringan narkoba yang beroperasi di Jatim termasuk sudah semakin canggih dan marak. Barang bukti SS yang dibawa mendiang YP sendiri, direncanakan untuk pemasaran di seluruh Jatim dan dapat mengancam kehidupan masyarakat terutama generasi muda. (yud)