HomeBERITADinas PUPR Kabupaten Blitar Beri Penjelasan Terkait Protes Warga Menjangan Kalung Tanam...

Dinas PUPR Kabupaten Blitar Beri Penjelasan Terkait Protes Warga Menjangan Kalung Tanam Pohon Pisang di Jalan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Blitar Dicky Cubandono

BLITAR, SMNNews.co.id – Adanya aksi warga dusun Menjangan Kalung, Desa Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar yang melakukan penanaman pohon pisang di ruas Jalan Kabupaten antara Karangrejo – Slorok, Rabu (21/06/2023).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes warga karena ruas jalan tersebut rusak parah dan juga belum ada perhatian dari pemerintah daerah.

Menanggapi adanya hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Blitar, Dicky Cubandono melalui Kabid Bina Marga Hamdan Zulfikri Kurniawan menyampaikan, bahwa untuk pembangunan jalan tersebut masih satu yang dilaksanakan di ruas desa Karangrejo sudah dilakukan pembangunan.

”Masih 1 ruas dengan Karangrejo, tahun ini kita mulai pembangunan dari desa Karangrejo. Dikarenakan keterbatasan anggaran, tentunya pada tahun ini belum bisa tuntas sampai ke Menjangan Kalung. Dan dari Dinas PUPR Kabupaten Blitar akan terus mengusulkan hingga tuntas pada ruas tersebut,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Pihaknya juga menyampaikan, dikarenakan kendaraan yang melewati pada ruas tersebut banyak yang tonase besar, kita pakai konstruksi jalan beton.

“Tentunya jalan beton nanti membutuhkan anggaran yang agak mahal,” imbuhnya.

Warga Menjangan Kalung menanam pohon pisang di jalan, karena jalan yang tak kunjung diperbaiki

Hamdan juga berharap, kepada masyarakat khususnya warga Menjangan Kalung untuk bersabar untuk menunggu pembangunan jalan tersebut, juga perlu proses.

”Saya harap masyarakat bersabar untuk menunggu pembangunan jalan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Slorok Bambang saat dihubungi terpisah mengatakan, bahwa pemerintah desa juga tiap tahun selalu mengusulkan menjadi prioritas utama dalam usulan Musrenbang, namun belum terealisasi sampai saat ini.

”Kami hanya berharap pemerintah kabupaten atau dinas terkait untuk bisa segera melaksanakan atau merealisasikan permintaan masyarakat yaitu pembangunan jalan,” ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa jalur tersebut juga merupakan salah satu jalur evakuasi apabila terjadi bencana.

”Karena di samping sebagai jalan kabupaten ini merupakan salah jalur evakuasi apabila ada bencana Gunung Kelud meletus dan warga meminta segera diperbaiki”, ujarnya. (bon)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Anggota Polsek Selopuro Laksanakan Giat Patroli di Objek Vital

BLITAR, SMNNews.co.id - Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas, personel Polsek Selopuro hadir melaksanakan kegiatan patroli sambang dialogis serta...

Tinjau Jalan Amblas di Talang Rimbo Baru, Plt. Bupati Rejang Lebong Perintahkan Perbaikan Darurat

REJANG LEBONG, SMNNews.co.id - Respon cepat ditunjukkan Plt. Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan amblas di kawasan Taman...

DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Raperda Non APBD Tahun 2026

PASURUAN, SMNNews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD Tahun 2026 menjadi Peraturan...