Diperkosa dan Dihamili, Gadis Ini Polisikan Kawan Ayahnya

Gambar ilustrasi.

Banyuwangi, suaramedianasional.co.id – Miris nasib yang dialami LF (20 thn) warga Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pegawai di salah satu sekolah di Banyuwangi itu terpaksa menanggung malu atas ulah bejat kawan ayah kandungnya sendiri, berinisial AS.  

Berawal dari telepon AS sekitar Juli 2018 yang memintanya mengambil sepeda motor. Sejak pagi, sepeda motor itu sudah dipinjam AS. Tanpa curiga, LF pun datang ke rumah AS yang terletak tak jauh dari sekolah tempat LF bekerja.

Korban mengaku sedikit pun tak menaruh curiga. Terlebih, selain teman sang ayah, AS juga sudah dianggap sebagai saudara. “Ketika masuk rumah, sama Pak AS, pintu langsung dikunci, dan saya didekap erat, saya coba meronta tapi gak kuat, mulut juga dibungkam,” ujar LF menceritakan awal perkosaan yang dia alami ke media ini, Kamis (11/4)

Untuk teriak pun, korban juga tak kuasa. Maklum, bibir LF terdapat bekas sumbing yang membuat tidak bisa teriak keras.

Merasa perbuatanya berlangsung mulus, AS mengulangi perbuatanya hingga tiga kali sepanjang Juli-Agustus 2018. Modusnya pun sama, dengan meminjam motor milik korban.

Korban pun hanya bisa pasrah, karena tak ingin malu, kejadian tersebut diketahui orang dan keluarga. Hingga akhirnya, hubungan layaknya suami istri dibawah paksaan tersebut mengakibatkan LF hamil.

“Saya katakan ke Pak AS kalau saya hamil, tapi malah diancam, saya tidak boleh ngomong kepada bapak saya, karena takut, saya tidak bilang ke bapak,” ungkap LF.

Tapi apa mau dikata. Serapi-rapinya bangkai ditutupi, akhirnya bau tercium juga. Diusia kandungan 8 bulan, perut korban makin membesar. Akhirnya, dengan perasaan hancur, dia memberanikan diri mengadu pada sang bapak. “Begitu tahu, pada 22 Maret 2019, lalu kami langsung lapor ke Polsek Kabat,” kata Hbl , ayah korban.

Disebutkan, diawal pelaporan, si pelaku disinyalir sempat kabur. Namun AS kembali muncul setelah JK, adik AS yang berdomisili di Irian Jaya, datang. “Saat itu, anak saya dan pelaku diperiksa di Polsek, tapi gak ada kejelasan. Tapi AS sudah mengaku pernah menggauli,” ucapnya.

Tiga minggu pasca laporan, didampingi keluarga, bapak LF nekad datang ke Mapolres Banyuwangi. Tapi sayang, ada oknum yang menolak niatan laporan darinya. Alasanya, kasus dugaan pemerkosaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Kabat.

Kepada awak media, Kapolsek Kabat, AKP Supriyadi, membenarkan adanya kasus dugaan pemerkosaan dan masih dalam proses lidik.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan, sekarang kita juga menunggu hasil pemeriksaan dokter,” ucapnya.

Kapolsek menjelaskan, dalam kasus LF, pihaknya kesulitan dalam mengumpulkan bukti-bukti. Lantaran baru dilaporkan setelah kehamilan 8 bulan. “Saksi yang mengetahui saat kejadian ataupun sesaat setelah kejadian, atau  saat kejadian belum ada, dan masih kita telusuri,” tutur Kapolsek Kabat.

Dalam perjuangan menempuh keadilan ini, LF juga didampingi Bengkel Sakinah, Desa Tambong. Sebuah lembaga penyuluhan, pengaduan dan pendampingan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, dalam proses visum, korban kita dampingi bersama pihak kepolisian,” kata Ketua Bengkel Sakinah Desa Tambong, Nur Kamilah.

Wanita yang juga Kaur Kesra Desa Tambong ini juga menyampaikan bahwa terdapat sedikit kendala dalam pembuktian visum. Karena visum baru dilakukan setelah kehamilan 8 bulan. Atau terpaut waktu yang lama dari kejadian dugaan pemerkosaan.

“Tapi kemarin telah dilakukan sampel sperma dan selanjutnya, bersama Kepolisian kita akan melakukan tes psikologi pada korban,” jelasnya. 

Dalam kejadian ini, korban beserta keluarga berharap adanya keadilan. LF juga merindukan keadilan sehingga pelaku bisa mendapat hukuman sesuai aturan yang berlaku. 

Hingga berita ini ditulis, masih terus mencari keberadaan AS untuk melakukan konfirmasi kasus tersebut. (rob)