Dito Optimis Potensi Sentra Ikan Hias Bibit Cukup Baik Datangkan Bibit Unggul

Hanindhito Himawan Pramana akrab disapa Dito saat melakukan blusukan

Kediri, SMNNews.co.id – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akrab disapa Dito melakukan blusukan di sentra pembudidaya iklan hias air tawar di Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Kamis (15/10/2020) pukul 10.00 WIB.

Kali ini, blusukan pertama Dito mendatangi sentra pembudidaya ikan hias di Desa Tunglur Badas Kabupaten Kediri.

Dito berbincang santai bersama pengelola sentra ikan hias, melihat ikan hias ini potensinya cukup baik. Ia menjelaskan, bahwa sentra ikan hias  masih membutuhkan bibit unggul yang harus di datangkan ke Kabupaten Kediri.

“Dengan bibit yang unggul agar bisa bersaing dengan daerah-daerah lain. Seperti, di Kabupaten Blitar terkait dengan ikan hias sudah cukup maju,” ucapnya.

Dilanjutkan, blusukan kedua melakukan berdialog dan diskusi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Krecek Kecamatan Badas. Warga meminta kepada Dito agar akses jalan Dusun Nepen menuju ke Dusun Bumirejo sepanjang kurang lebih 1 kilometer agar di aspal, dikarenakan kondisinya rusak parah.

Disusul meninjau lokasi wisata sumber urung-urung Desa Lamong Kecamatan Badas. Dikatakan Dito bahwa wisata sumber urung-urung sudah cukup baik, namun terlihat akses jalan sudah baik, hanya saja lahan parkir belum ada dan batas wilayah warga yang harus dicermati.

“Pihak pengelola wisata berharap kepada Dito menginginkan untuk dibantu agar warga diberi pembinaan dalam usaha, karena sampai saat ini baru ada satu warung di area wisata tersebut. Dan minta dibantu terkait kejelasan batas wilayah antara wisata sumber dengan batas wilayah yang dimiliki warga setempat,” ungkapnya.

Hanindhito Himawan Pramana akrab disapa Dito melakukan blusukan di sentra pembudidaya iklan hias air tawar di Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri

Saat ditanya ke pangsa pasarnya sentra ikan hias di Desa Tunglur Badas. Dito menyampaikan, kalau pangsa pasarnya nanti  kita akan lihat dulu dari daerah-daerah lain, bagaimana daerah yang sudah mengembangkan potensi dari ikan hiasnya.

“Kita akan lihat komoditas pasarnya, yang pertama tentu kalau mau masuk pasar komoditas ikan yang berkualitas maka kita harus memperhatikan lebih dulu bibit ikan yang terbaik. Kita akan datangkan bibit ikan terbaik agar bisa dikembangbiakkan dan dipopulerkan sehingga meningkatkan daya saing dipasaran “ujar Dito.

Dito menambahkan, para pembudidaya ikan hias, hanya mengeluhkan persoalan bibit ikan hias yang unggul, karena untuk ikan koi masih kalah dengan Kabupaten lain.

“Dari 2009-2020 selama 9 tahun, hampir tidak ada persoalan, yang dipersoalkan para pembudidaya ikan hias hanya untuk peningkatan kualitas bibit unggul agar lebih bisa bersaing dikancah nasional maupun internasional “pungkasnya. (kanti)