
NGAWI, SMNNews.co.id – Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Kabupaten Ngawi konsisten dalam upaya memaksimalkan tingkat produksi padi.
Salah satunya dengan menjaga memacu kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) sesuai program pusat dan provinsi.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi mendorongnya dengan Gerakan Tanam Merdeka (Gertam) di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Senin (31/8/2026)
Gertam itu juga dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur pada Agustus 2026, dari 106.371,43 hektare menjadi 108.345,3 hektare.
“Kegiatan Gertam di Desa Karangbanyu mencakup tambah tanam seluas 8 hektare yang dikawal bersama oleh penyuluh dan petani,” ujar Supardi, Kepala DKPP Ngawi.
Gertan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, penyuluh, POPT, petani, pengelola irigasi, BBWS Bengawan Solo sampai penyedia sarana produksi, TNI dan stakeholder terkait dalam menjaga produktivitas pertanian
Menanam padi di bulan ini juga mendapatkan tantangan penurunan ketersediaan air. Kemarau pada Agustus–September perlu diantisipasi bersama agar produksi tetap optimal.
Potensi Kabupaten Ngawi sendiri, ada lahan sawah sekitar 49.577 hektar dengan didominasi pertanian padi.
Pola tanam di sejumlah wilayah berlangsung secara kontinyu, dengan sebagian lahan yang telah panen langsung dipersiapkan untuk penanaman berikutnya. (kps)

