Dua Warga Karangjati Ikut Eksodus ke Malang karena Isu Kiamat

Kapolsek saat mencari konfirmasi tentang warga yang eksodus karena termakan isu kiamat, di rumah Kades Jatipuro, Minggu (17/3).
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Dua warga Dusun Baron, Desa Jatipuro Kecamatan Karangjati, diduga termakan isu kiamat dan ikut eksodus ke Malang. Kapolsek Karangjati, AKP Suparman, Minggu (17/3) mendatangi Kades Jatipuro, Suyanto, dan mendapatkan konfirmasi bahwa ada warga setempat termakan isu kiamat serta menjual tanahnya untuk ikut pindah ke Malang.
Kedua warga itu adalah Surati (45 thn) dan anaknya Syahril Khafi (20 thn). Mereka mengikuti suatu aliran tarekoh yang berpusat di Malang. “Pernah minta surat keterangan pindah dengan alasan akan ada kiamat menjelang lebaran tahin ini dan akan berlindung di Malang. Sudah dicegah oleh tetangga dan perangkat desa tapi tidak mempan,” ungkap Suparman.
Kapolsek Karangjati memberikan himbauan pada warga di wilayah tersebut untuk tidak mudah termakan isu-isu yang dapat merugikan. Pada kasus ibu dan anak yang ikut eksodus ke Malang tersebut, mereka menjual asetnya berupa tanah di Dungmiri, Karangjati, demi pindah ke pondok. Tanah dijual seharga Rp 140 juta dan bila tidak ada kiamat, uang akan dikembalikan. “Kami akan selidiki lebih lanjut perkara ini, namun kami himbau warga agar tidak mudah ikut kelompok atau aliran yang dapat merugikan,” ujar Kapolsek Karangjati. (ari)