
JEMBER, SMNNews.co.id – Seorang diduga panitia even Sarasehan dan Pendidikan Politik inisiasi DPD Partai Golkar Kabupaten Jember mengusir sejumlah awak media yang akan melakukan peliputan kegiatan tersebut yang terselenggara di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Sumbersari, Sabtu (09/05/2026).
Anehnya, seorang Satgas Golkar menenteng secarik kertas yang berisi enam nama wartawan dari enam media yang DPD perkenankan untuk meliput kegiatan sarasehan dan pendidikan politik.
“Wartawan yang tidak tercantum namanya dalam daftar tidak boleh masuk, silahkan keluar,” ungkap pria berbaju batik kuning di halaman kantor DPD partai Golkar Kabupaten Jember.
Sejumlah awak media yang sejatinya ingin melakukan peliputan terpaksa keluar dan duduk di warung depan kantor DPD partai Golkar Kabupaten Jember.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, Karimullah Dahrudiadji, saat awak media mengkonfirmasi lewat pesan whatsapp masih belum memberikan klarifikasi terkait diskriminasi peliputan kegiatan sarasehan di kantor DPD partai Golkar Kabupaten Jember.
Pria yang kerap dengan sapaan ji Karim ini juga masih belum menjawab berapa dana Banpol yang sudah DPD Partai Golkar Kabupaten Jember terima di tahun 2025, hingga berita ini terkirim ke redaksi, Sabtu malam (09/05/2026).
Sementara itu, H. Muhammad Nur Purnamasidi alias Bang Pur, anggota DPR RI yang kebetulan hadir saat sarasehan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian diskriminasi peliputan.
“Akan saya komunikasikan dengan pimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Jembernya,” pungkasnya, Sabtu (09/05/2026). (*)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

