HomeBERITAGolput di Pilkada Ngawi Capai 33,16 Persen, KPU Berdalih Warga Lebih Pilih...

Golput di Pilkada Ngawi Capai 33,16 Persen, KPU Berdalih Warga Lebih Pilih ke Sawah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menetapkan pasangan calon nomor urut 1 Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko (Ony-Antok) sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Ngawi pada Pilkada 2024.

NGAWI, SMNNews.co.id – Partisipasi masyarakat Ngawi menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2024, menurun cukup signifikan dibandingkan Pilkada 2020.

Angka itu tergambar saat KPU Ngawi usai menetapkan hasil Pilkada 2024, Kamis (9/1/2025).

Pilkada 2024 di Ngawi hanya diikuti satu pasangan calon yakni petahana Ony Nawar Harsono dan Wabup Dwi Rianto Jatmiko. Keduanya juga menjadi paslon tunggal saat Pilkada Ngawi 2020 silam.

Namun, partisipasi masyarakat di Pilkada 2020 dan 2024 berbeda. Di tahun 2020, dari jumlah DPT 686.775 warga yang menggunakan hak suaranya sebanyak 531.323 orang atau setara 77, 33 persen.

Sedangkan jumlah pemilih Ony-Antok saat itu 471.083 atau sekitar 94,42 persen, suara kotak kosong 27.831 suara serta 32.410 suara dinyatakan tidak sah.

Pada Pilkada 2024, total DPT sebanyak 694.934 dan warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 464.462 atau hanya 66,34 persen.

Jumlah pemilih yang mencoblos petahana sebanyak 409.499 atau sekitar 94,08 persen dari total suara sah 435.255 suara sedangkan kotak kosong dicoblos oleh 25.756 orang.

Saat Pilkada Ngawi tahun 2020 digelar, masih dalam masa pandemi Covid namun menorehkan angka partisipasi 77,33 persen.

Ketua KPU Ngawi, Samsu Mustakim, berdalih bahwa banyak faktor yang mempengaruhi warga sehingga tidak datang ke TPS untuk menggunakan hak suara mereka. Akibatnya lebih dari 232 ribu warga Ngawi atau sekitar 33,16 persen, tidak mencoblos.

Dugaan Ketua KPU Ngawi ini, turunnya partisipasi warga Ngawi karena Pilkada bertepatan dengan masa panen maupun tanam padi di sawah. Sedangkan saat 2020 berbeda sebab di masa pandemi justru sebagian besar warga berdiam di rumah dan tidak terlalu sibuk bekerja.

Prosentase Pemilih yang menggunakan Hak Pilih.

“Di banyak daerah lain kan juga menurun angka partisipasi masyarakatnya,” kilahnya.

Walau mengakui bangak faktor penyebab partisipasi rakyat di Pilkada Ngawi menurun namun ketika disinggung ihwal sosialisasi yang tidak optimal dan faktor paslon tunggal, Samsu Mustakim membantah.

Samsu menjelaskan, KPU sudah turun sampai ke desa dan dusun, ke berbagai kelompok dan juga melakukan sosialisasi non budgeter. KPU juga menggunakan berbagai sarana untuk mengajak rakyat berperan dalam menentukan pemimpinnya.

Sedangkan soal pemilih enggan karena hanya satu paslon, bukanlah musabab sebab saat Pilkada tahun 2020 pun juga diikuti calon tunggal bahkan dua sosoknya sama, yakni Ony Awar Harsono sebagai calon Bupati Ngawi dan Dwi Rianto Jatmiko sebagai calon Wakil Bupati.

“Tetapi semua penilaian atas kinerja KPU tentu akan kami jadikan bahan evaluasi dan instrospeksi untuk lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (*)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Jenguk Korban Keracunan Karangsono, Satgas MBG Kabupaten Jember: Biaya Pengobatan Gratis

JEMBER, SMNNews.co.id - Kamis (16/07/2026), tim Satgas MBG kabupaten Jember bersama Muspika dan tiga pilar kecamatan Bangsalsari mendatangi Puskesmas Sukorejo kecamatan Bangsalsari untuk menjenguk...

Ada Pelajar Keracunan MBG, Satgas MBG Kabupaten Jember Sidak Dapur SPPG di Desa Karangsono

JEMBER, SMNNews.co.id - Satgas MBG Kabupaten Jember gerak cepat mendatangi dapur SPPG di desa Karangsono kecamatan Bangsalsari paska menerima laporan ada puluhan pelajar di...

Personel Polres Blitar Laksanakan Giat Binrohtal

BLITAR, SMNNews.co.id - Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, anggota Polres Blitar rutin melaksanakan kegiatan Binrohtal (Bimbingan Rohani Mental), Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini menjadi...