Hanya 118 Peserta Yang Lulus CPNS Kota Probolinggo Tahun 2018

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo, Rachma Deta Antariksa.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Dari 124 total formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dijatah dari Kementerian Dalam Negeri, untuk Kota Probolinggo hanya 118 peserta yang ikut tahap pemberkasan, artinya kurang enam formasi yang tidak dapat terpenuhi atau kosong.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo Rachma Deta Antariksa dalam penjelasannya mengatakan “Untuk CPNS tahun 2018, yang lulus dan masuk dalam tahap pemberkasan hanya ada 118 orang peserta saja, sedangkang kuota yang didapatkan dari pusat sebanyak 124 formasi, maka dapat dipastikan enam formasi akan kosong “ jelasnya.
Lebih lanjut Kepala BKPSDM menjelaskan secara rinci formasi yang kosong atau tidak dapat terpenuhi yang diantaranya yaitu Satu Guru, Tiga Dokter Umum, dan Dua Dokter Spesialis.
Sedangkan 118 orang yang lulus dan masuk tahap pemberkasan akan mengikuti proses pemberkasan mulai hari ini(4/1- red ) hingga selesai.
“ Pemberkasan kepada peserta yang lulus akan diproses mulai hari ini (4/1) hingga sampai tujuh hari kedepan, yang terhitung hari aktif kerja “ terangnya.
Proses Pemberkasan tersebut para CPNS yang lulus, diwajibkan membawa seluruh dokumen dokumen persyaratan yang telah diunggah dalam webside Badan Kepegawaian Nasional,
Dokumen dokumen tersebut akan diperiksa kelengkapannya oleh petugas dari BKPSDM Kota Probolinggo.
Kepala BKPSDM juga menjelaskan “ Kami akan melibatkan kurang lebih lima belas petugas dari BKPSDM, untuk memproses dan memeriksa dokumen dokumen yang dibawa oleh para CPNS yang lolos seleksi tersebut “ jelasnya.
Enam formasi yang tidak dapat terpenuhi dari 124 kuota CPNS, yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Probolinggo tersebut dikarenakan, dalam proses pendaftaran awal dua formasi dokter spesialis yang dibutuhkan Kota Probolinggo memang tidak ada yang berminat mendaftar sehingga posisi tersebut kosong, sedangkan empat formasi lainnya yang kosong yaitu satu guru dan tiga dokter umum disebabkan berbagai alasan yaitu peserta tiadak hadir saat Tes kompetensi bidang, dan ada juga yang nilainya tidak bisa memenuhi rangking yang dibutuhkan.(edy)