
Blitar, SMNNews.co.id– Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-696, Bupati Rijanto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat di Jalan Raya Dandong Srengat, Rabu (5/8/2020). Demi mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan lebih baik pada masyarakat.
Kondisi geografis Kabupaten Blitar yang luas terbagi terpisah dengan Kota Blitar ditengahnya menjadikan dua wilayah yakni timur dan barat. Sebelumnya Kabupaten Blitar mempunyai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk melayani masyarakat di Wilayah Timur, maka RSUD Srengat terletak di bagian barat bisa membantu masyarakat dan faktor kedekatan.
“Di hari istimewa Pisowanan Agung Hari Jadi ke-696 kita menggelar kegiatan monumental yaitu soft opening RSUD Srengat. Baik gedung fisik, sarana, dan tenaga kesehatan sudah terpenuhi semua. Harapan ini nantinya pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang dapat dijangkau masyarakat ekonomi terbatas atau sangat terbatas,” kata Bupati Rijanto.
Di Soft Opening ini, bupati mengatakan kalau pelayanan yang diberikan hanya terbatas pada pasien covid-19. Untuk pasien umum masih belum dilayani karena masih menunggu Peraturan Daerah (Perda) Retribusi RSUD Srengat dan rumusan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung pasien terdaftar di asuransi BPJS.
“Dengan dibuka saat covid-19 menjadi bukti komitmen kita dalam penanganan cepat pada covid-19. Kita akan terus bekerja keras demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang murah, cepat dan nyaman,” tandas bupati yang dikenal dekat dengan rakyatnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Kuspardani menjelaskan RSUD Srengat ini di dalamnya terdapat satu gedung utama 4 lantai dan satu gedung penunjang. Disekelilingnya ada fasilitas diantaranya masjid, kantin, asrama dokter dan perawat.
Di Gedung utama lantai 1 berisi berbagai poliklinik, resepsionis, loket pendaftaran, loket pembayaran, IGD, ruang rekam medis, laboratorium dan pelayanan farmasi. Di lantai 2 gedung utama menjadi kantor manajemen, ruang pertemuan, ruang maternal, perinatal, ICU, ruang sterilisasi, dan ruang bedah dilengkapi Modular Operation Theater. Sedang lantai 3 dan 4 untuk ruang rawat inap.
Sedang gedung penunjang digunakan untuk pelayanan Covid-19. Di lantai 1 berupa IGD khusus covid-19 dan kamar jenazah. Lantai 2 berisi ruang gizi dan isolasi bertekanan negatif dengan teknologi air handling unit yang bisa mengatur suhu dan kelembaban dan pembuangan kontaminan di udara.
“Jadi masih di gedung penunjang yang telah difungsikan. Karena sementara pelayanan masih khusus Covid-19 sedang pasien umum masih menunggu selesainya perda retribusi,” ujar dr Kuspardani.
Lanjut Kuspardani, saat RSUD Srengat buka penuh nanti untuk pasien umum, akan tersedia poliklinik diantaranya Poli Anak, Poli Penyakit Dalam, Poli Kebidanan dan Kandungan, Poli Bedah, Poli Gigi, dan IGD. Dan tenaga kesehatan sudah dimiliki ada 6 dokter spesialis diantaranya 2 dokter penyakit dalam, 1 dokter anak, 1 dokter kebidanan dan kandungan, 1 dokter bedah, dan 1 dokter anestesi.
“Jadi sudah lengkap sarana prasarana RSUD Srengat dan ketenagakerjaannya sesuai standar rumah sakit type C,” pungkasnya.
Untuk diketahui pembangunan RSUD Srengat ini dimulai pada tahun 2018 melalui dana alokasi umum APBD dengan total 147 miliar. Dengan dikerjakan secara multiyears rumah sakit selesai dibangun pada akhir 2019 kemarin dan kini sudah mulai difungsikan.(jon)

