
BLITAR, SMNNews.co.id – Dalam rangka Haul Majelis Sabilu Taubah ke-6, Komunitas Pijat Terapi “Bolo-Bolo Pijar” Blitar dan se-Karesidenan Kediri menggelar kegiatan terapi pijat gratis untuk masyarakat. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Hikam 2 ini menjadi bukti nyata semangat berbagi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui metode tradisional, tanpa menggunakan obat-obatan kimia, Minggu (18/05/2025).
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga 15.00 WIB, dengan melibatkan lebih dari 100 terapis pijat tradisional dari berbagai daerah. Sekitar 300 pasien turut hadir untuk mendapatkan pelayanan terapi pijat secara cuma-cuma.
Koordinator Komunitas Pijar Terapi Blitar, Muhammad Fuad Hasim, kepada awak media menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kali kedua digelar dan akan terus berlanjut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini kami dari Komunitas Bolo-Bolo Pijar Blitar bersama teman-teman dari se-Karesidenan Kediri kembali mengadakan terapi pijat gratis. Ini adalah kegiatan yang kedua, dan alhamdulillah mendapat sambutan positif dari masyarakat,” ujar Fuad.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan para terapis profesional dari berbagai daerah di luar Blitar, seperti Banyuwangi, Mojokerto, dan kota lainnya, yang tergabung dalam komunitas Terapis Pijat Tanah Air (PETA). Koordinasi dalam kegiatan ini dipimpin oleh Gatot Budi Waluyo.
“Tujuan kami adalah memperkenalkan pijat tradisional sebagai solusi sehat tanpa obat. Banyak masyarakat yang datang dengan berbagai keluhan kesehatan dan setelah diterapi, mereka merasa lebih baik. Ini menunjukkan bahwa terapi pijat memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpraktisi terapi pijat dari berbagai daerah. Dengan kolaborasi dan solidaritas yang tinggi, komunitas berharap dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Blitar dan sekitarnya semakin sadar bahwa banyak keluhan kesehatan bisa diselesaikan dengan terapi pijat tradisional. Metode ini aman, alami, dan telah terbukti secara turun-temurun,” pungkas Fuad.
Haul Majelis Sabilu Taubah ke-6 ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ajang pelayanan sosial dan kesehatan bagi umat. Komunitas Pijar Terapi menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan bisa diwujudkan melalui tindakan nyata dan sederhana, seperti sentuhan tangan penuh kasih dalam terapi pijat. (*)
Reporter: Bonaji.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

