Ibu Muda Ditebas Sampai Tewas di Depan Anak

Rumah korban pembunuhan di Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, dipasangi garis polisi (26/3)

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Entah apa yang merasuki pelaku pembunuhan di Dusun Jatisari, Desa Kaangbanyu, Kecamatan Widodaren, yang kini masih buron. Pelaku yang diduga seorang lelaki itu menebas dengan senjata tajam pada Susanti (30 thn) saat ibu muda tersebut tengah menemani anaknya. Ironisnya, sang anak mengetahui ciri pelaku dan selain trauma, dia pun harus mendapat perlindungan dan pendampingan intensif.

Jenazah korban di RSUD dr Soeroto Ngawi.

Kejadian memilukan ini sebenarnya merupakan langkah kedua. Sebelumnya, tepatnya Sabtu malam, Susanti hampir dianiaya namun aksi tersebut diketahui keluarganya sehingga pelaku kabur. Namun Senin malam lalu, naas menimpa ibu dua anak tersebut. Pelaku diduga masuk rumah dengan merusak pintu belakang dan langsung menghampiri korbannya. Senjata pelaku sempat mengenai anak pertama yang berusia 10 tahun namun hanya mengakibatkan luka ringan pada pipinya.

Sementara Susanti ditebas dengan sadis sehingga mengalami luka di sekujur tubuh. Tengkuk, pipi, mata, dada dan pinggangnya terluka parah. Anaknya yang panic pun berteriak meminta tolong para tetangga. Namun sayangnya saat warga berdatangan, Susanti sudah terluka sangat parah dan akhirnya tewas. Kuat dugaan, pelaku dan korban beserta keluarga korbannya sudah saling mengenal.

Menurut Wahyudin, salah satu kerabat Susanti, suami korban saat itu sedang keluar. Ciri-ciri pelaku juga sudah diakntongi petugas yang malam itu melakukan olah tempat kejadian perkara. “Dugaan kuat ya orangnya sama dengan pelaku yang akan mencelakai korban Sabtu malam itu, saat itu kan ketahuan jadi batal. Kejadian pas di depan televisi ruang tamu, korban ditebas saat tidur di depan anak-anaknya,” ungkap Wahyudin.

Kapolsek Widodaren, AKP Juwahir, mengaku masih memburu pelaku pembunuhan keji ini. Polisi juga sedang mencari alat yang dipakai membunuh. “Mudah-mudahan keterangan dari anak korban akan sangat membantu kami memburu pelakunya,” ujar Juwahir.

Rumah korban kini dipasangi garis polisi dan jenazah korban juga diotopsi di RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mengungkap kasus ini. (ari)