
NGAWI, SMNNews.co.id – Gemulai penari menyambut alunan gending Jawa, mengiringi lidah yang termanjakan oleh jajan pasar. Uang kepeng mendadak tenar lagi sebagai alat tukar pengganti rupiah, mendarat di lapak penjual lontong pecel berkebaya lurik yang tersenyum manis.
Gambaran itu nyata terlihat di gelaran Pasar Jadhoel yang dihelat setiap hari Minggu Legi di lokasi wisata Tawun. Kecamatan Kasreman.
Tak terkecual, pada gelaran Pasar Jadhoel pada 13 Juli 2025 lalu. Bahkan even ini juga menarik tim penilai Inovasi Teknologi Award dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jatim untuk datang langsung melihatnya.
“Pasar Jadhoel di Ngawi menjadi ikon wisata yang menggabungkan pesona tradisional dengan pelibatan budaya dan pelestarian lingkungan yang mampu bangkitkan ekonomi,” ujar Andriyanto, Kepala Brida Jatim.
Sejak kembali digelar pasca pandemi Covid-19, Pasar Jadhoel tetap menarik wisatawan. Kini perputaran dana bisa mencapai puluhan juta setiap kali kegiatan ini dihelat.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Wiwien Purwaningsih, Pasar Jadhoel di Tawun juga membawa pesan pelestarian lingkungan karena di sini merupakan habitat perkembangbiakan binatang bulus yang dilindungi.
“Sampai kini, gelaran Pasar Jadhoel tetap mampu menarik minat wisatawan dan daya tariknya memang pada kemasan suasana masa lampau yang dihidupkan kembali di sini,” ungkap Wiwien.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, juga memuji konsistensi perhelatan Pasar Jadhoel setiap Ahad Legi ini.
“Di sini ada keguyuban dalam kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan perangkat daerah untuk membangun wisata berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Setiap Pasar Jadhoel dilaksanakan, ribuan pengunjung memang tersedot le lokasi ini. Bahkan jumlah ini tak surut meskipun tiket masuk Tawun sudah naik harga seratus persen sejak ditetapkan dengan Perda terbaru.
Tiket masuk yang dulu dibanderol Rp5 ribu per orang kini menjadi Rp10 ribu per pengunjung. Namun, hal itu tak mengurangi jumlah pengunjung yang datang.
“Masih wajar dan terjangkau. Soalnya hanya di Pasar Jadhoel suasana masa lampau bisa kembali kami nikmati, jadi kami sempatkan datang,” ungkap Suratno, warga Ngawi yang datang bersama keluarga besarnya. ***

