Jalan Kurang Diperhatkan, Warga Kutamale Geruduk Pemkab Karo

Masyarakat Kutamale, Kecamatan Kutabuluh mendatangi kantor bupati untuk mengadukan keadaan jalan dan infrastruktur di desa mereka yang tidak kunjung ada peningkatan, Senin (28/1).
Karo, suaramedianasional.co.id – Masyarakat Kutamale, Kecamatan Kutabuluh mendatangi kantor bupati untuk mengadukan keadaan jalan dan infrastruktur di desa mereka yang tidak kunjung ada peningkatan, Senin (28/1).
Beberapa tokoh dari Kutamale ikut datang dalam aksi itu, misalnya, Juliadi Kaban, selaku pemerhati masyarakat Karo. Kepala Desa Kutamale Jhon Sembiring, pendeta Erik Tarigan, dan warga Kutamale Sopan Perangin Angin dan Sangap Kembaren.
Tokoh-tokoh Kutamale ini mendesak agar infrastruktur jalan di desa mereka diperhatikan,  sebab akses jalan adalah sangat penting untuk distribusi hasil pertanian dan perdagangan masyarakat setempat. “Selama ini kan tidak maksimal, karena kendaraan sulit melewati jalan yang berlumpur dan sangat parah, harus menggunakan kendaraan mobil jeep gardan dobel,” ungkap Juliadi Kaban.
Beberapa sorotan juga diarahkan ke Pemkab Karo, bukan hanya di Kutamale tapi juga penanganan infrastruktur di wilayah Kecamatan Merdingding, khususnya Desa/Dusun Cerumbu. “Kami juga kecewa dengan kinerja Camat Merdingding yang sulit dihubungi, padahal kan sudah diperintahkan untuk koordinasi soal infrastruktur di Cerumbu,” ungkapnya.
Warga Kutamale ini juga menyayangkan kehadiran pemerintah yang minim di daerah tersebut. Terbukti dengan buruknya infrastruktur di Kutamale, “Ya tolonglah Pak Bupati, fungsikan Dinas PUPR-nya!” tukas Sopan Perangin-angin, salah aatu warga Kutamale.
Warga Kutamale mengaku heran bahwa Bupati Karo, Terkelin Brahmana justru lebih ramah dan peduli pada kedatangan warga yang menggeruduk kantornya dan juga terlihat tenang walau sering disudutkan di berbagai komunitas media sosial terkait pembangunan di Karo yang dinilai lamban. “Bupati ramah dan peduli namun membentuk kabinet dalam hal ini OPD yang responsif terhadap ide pimpinan daerah tentulah penting, apalagi PUPR yang harus jadi garda terdepan pembanguan infrastruktur,” ungkap Sopan.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana menyatakan, permasalahan di Kutamale akan dibahas bersama OPD terkait, termasuk akan meminta Camat Merdingding lebih koordinatif dengan masyarakat. “Mohon maaf untuk layanan infrastruktur yang masih kurang ini, ke depan akan kami perbaiki dan Kades boleh menyurat resmi ke pemerintah kabupaten Karo, agar kami bisa agendakan pembahasan,” janji Terkelin.
Camat Merdingding sendiri mengelak akan tuduhan tak mengangkat telepon dari warga, dia berdalih sinyal di daerahnya memang tidak stabil.
Keluhan-keluhan memang sering berdatangan ke Pemkab Karo terkait ketertinggalannya dalam hal pembangunan fisik. Padahal sebagai daerah tujuan wisata, Pemkab Karo seharusnya memperhatikan sektor infrastruktur agar wisatawan mudah dan nyaman mengunjungi daerah ini.  (ius)