
NGAWI, SMNNews.co.id – Dedaunan kering, bergeretak saat terinjak, Angin berhembus kencang membawa hangat udara musim gugur, seolah menerbangkan banyak impian.
Namun, sepoi angin yang lembut mengusir gelisah, membawa damai serta harapan baru. Kehidupan pun perlahan bergerak, tak ragu melangkah maju menyongsong masa depan.
Begitulah semangat kebangkitan digaungkan dalam kolaborasi gerak teater, musik dan fashion show, di galeri budaya Oerip Indonesia, di Desa Beran, Jumat petang itu, 1 Agustus 2025 lalu.
Bertajuk “Kala Luruh”, kolaborasi itu dilakukan Oerip Indonesia bekerjasama dengan tiga penggiat Artistique Theatre dari Paris, yakni Shaula Cambazzu, Lucile Cucito dan Kadek Puspasari.

Perempuan dan seni serta keinginan berbusana nyaman nan sesuai, merupakan sesuatu yang sulit dipisahkan. Hal itulah yang ditunjukkan dalam peluncuran busana terbaru Oerip Indonesia.
Tak sekadar menggelar fashion show, namun juga memadukan dengan workshop seni, gerak tari dan teater. Koleksi busana Oerip pun tetap tampil dalam konsistensi penggunaan kekayaan tenun nusantara yang sudah menjadi ciri khas produk mereka.
Menurut Dian Erra Kumalasari, pendiri Oerip Indonesia, peluncuran karya terbarunya itu lahir dari keprihatinan atas tantangan yang harus dihadapi perempuan-perempuan penenun Indonesia.
Dian menangkap rasa gelisah para perajin tenun, saat gencar gerusan teknologi dan produk pabrikasi, ada rasa patah, jatuh dan merasa berjuang sendiri.
“Namun, harus tetap ada keberanian untuk kembali tumbuh, menyusun harapan baru, membuktikan bahwa tenun bukan hanya tetap lestari tapi juga terangkat pamornya. Contohnya, langkah yang dilakukan Oerip Indonesia sampai saat ini, yang konsisten dengan penggunaan wastra nusantara, tenun daerah,” ungkap Dian.

Tersaji dalam kombinasi warna alam, paduan kealamian daun, pepohonan dan tanah, menyeruak dalam busana sehari-hari, maupun baju yang bisa dipakai di acara pesta. Karya-karya Oerip ini pun siap meluncur pada penggemarnya yang didominasi warga manca.

“Busana Oerip Indonesia terbaru ini siap mengisi kebutuhan pakaian keseharian juga untuk acara resmi maupun ke pesta,” beber lulusan Tehnik Kimia Universitas Diponegoro ini.
Dian berharap, pesan untuk perempuan agar berani melawan rasa tertindas, tumbuh, bangkit dan selalu optimis untuk dapat bermanfaat bagi sesama, terejawantahkan dalam karya terbarunya dan akan diterima baik oleh masyarakat. (*)
Reporter: Arie.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

