
NGAWI, SMNNews.co.id – Kemarau panjang telah memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu.
Kebakaran itu melalap pohon-pohon pinus di dalam kawasan hutan lindung. Bahkan sudah menjalar hingga petak 42 Campurejo, KPH Lawu DS, masuk Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Selasa (15/9/2026).
Mulyadi, Asper Campurejo menyatakan menjalarnya api dengan cepat ke wilayah utara masuk wilayah Ngawi juga dipicu faktor angin dan kekeringan.
“Kebakaran hutan yang masuk wilayah Magetan sudah bisa padamkan, namun api merembet ke Ngawi,” ujarnya.
Akibat kebakaran hutan pinus itu, diperkirakan sekitar sembilan hektar lahan hutan hangus dilalap si jago merah.
Api yang semula berada di petak 42E kemudian merambat ke petak 42E1. Kawasan ini termasuk memiliki medan yang sulit diakses.
Mengetahui informasi ini, gabungan relawan yang terdiri dari masyarakat sekitar hutan, pecinta alam, TNI dan Polri, bekerja keras membuatkan jalur ilaran sekar bakar.
Petugas dan warga bersama-sama membuat ilaran atau sekat bakar serta memutus jalur rambatan api. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Relawan gabungan sampai saat ini terus memantau perkembangan. Sejumlah titik api kecil masih menyala dan belum sepenuhnya padam.
“Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman,” ujar Serma Handri, Babinsa Koramil Kendal yang ikut menangani karhutla di lereng Lawu ersama para relawan.
Kewaspadaan akan meluasnya karhutla di lereng Lawu khususnya wilayah Ngawi terus dilakukan. Upaya paling berat saat ini adalah pengendalian agar kobaran api tidak kembali meluas. (kps)

