Keluguan Anak Sumurup, Pelecut Semangat Praka Yasin Untuk Ajarkan “Ngaji”

Keluguan Anak Sumurup, Pelecut Semangat Praka Yasin Untuk Ajarkan “Ngaji”

Trenggalek, suaramedianasional.co.id  – Lihatlah keluguan anak Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. Nampak berharap ada sesosok pengajar yang bisa menuntunnya untuk melafadhkan bacaan Kalam Allah, Alquran. Sembari membawa buku bacaan Alquran yang dimasukkan dalam tas dia tentenag ke musolla. Harapan mereka hanya satu, bisa mengaji dan mendapat barokah.

“Mau ngaji sama bapak tentara, “ kata Lisa (10), anak desa setempat.

Bertempat di Musola Al Amin, desa setempat, pengajian Alquran itu dilakukan. Di dalam Musolla yang berukuran kecil itu, dirinya harus mengamalkan ilmunya saat mengenyam di meja pondok. Ilmu agama yang diboyongnya, kini berguna bagi warga desa. Khsusunya anak usia dari 10 hingga 17 tahun. Seperti ilmu cara baca Alquran yang benar, cara solat dan Toharoh hingga ilmu Tawadhuk atau sopan santun tata krama.

Di sela-sela aktifitas bekerja rabat jalan di Dusun Nitri Desa Sumurup, Praka Yasin di berikan waktu khusus,untuk mengajajar mengaji. Berbeda dengan halnya dengan teman sejawatnya Satgas TMMD lainnya. Usai melakoni pengerjaan fisik bisa rehat. Diirnya masih terus giat menyelesaikan waktunya hingga sore hari menjelang petang.

Rutinitas Praka Yasin, satgas TMMD ke 105 Kodim Trenggalek sangat menginspiratif. Sebab, usai melakukan kegiatan di pagi dan siang hari dalam pengerjaaan program fisik, masih ada tambahan lagi hingga malam hari. Yakni memberikan pengajaran kepada anak -anak warga Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek tentang baca Alquran.

Hal itu tetap dilakoninya sebagai bentuk kewajiban menyampaikan ilmu kepada santri. Ilmu yang dimilikinya bisa menjadi ladang amal jariyah tatkala anak itu esok bisa mengamalkan apa yang dia ajarkan. Ladang pahala itu akan mengalir terus, dan sampai tak terhingga. Namapaknya itu yang mendasari dirinya tetap melakoni kegiatan mengajar meski diluar jam periantah Satgas TMMD.

“Kalau melihat mereka, saya sudah tidak tega. Meski capek, saya kadang harus berangkat mengajr ngaji. Kita ya capek usai melakukan pengerjaan fisik, rabat jalan, makadam dan lainnya,“ ujarnya, Sabtu (27/7).(*)