Komisi X DPR RI Belajar Industri Kreatif ke Surabaya

Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Kedatangan Komisi X, Ketua Komisi X DPR RI beserta jajarannya, penggerak industri kreatif, akademisi dari Universitas Airlangga, dan beberapa perwakilan komunitas industri kreatif lainnya.

Surabaya,suaramedianasional.co.id – Komisi X DPR RI belajar industri kreatif ke Pemkot Surabaya untuk bahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif.

Kedatangan Komisi X langsung diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa (19/3). Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi X DPR RI beserta jajarannya, penggerak industri kreatif, akademisi dari Universitas Airlangga, dan beberapa perwakilan komunitas industri kreatif lainnya.

Risma menyampaikan Pemkot Surabaya, fokus pada program pengembangan industri kreatif karena potensinya yang besar dan tidak akan mati. “Kami memfasilitasi potensi warga sesuai apa yang mereka miliki, itu yang akhirnya kita kembangkan,” kata Wali Kota Risma.

Risma juga membeberkan bahwa pemberdayaan ekonomi bagi kaum perempuan adalah hal yang penting. Apalagi bila penghasilan kepala rumah tangga di bawah rata-rata. “Kondisi seperti ini harus disiasati dengan mendorong para istri untuk bisa memiliki penghasilan pula,” kata Risma.

Melalui program Pahlawan Ekonomi, pemkot mengerakkan ibu-ibu di Surabaya agar bisa mandiri dan membantu menopang kebutuhan rumah tangga. “Ibu-ibu dari keluarga kurang mampu kita ajari, berawal dari 89 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi 1600 kelompok UMKM diantaranya kuliner, kriya dan fashion,” ungkapnya.

Ada beberapa strategi yang diterapkan agar pelaku UMKM stabil dan menghasilkan omzet yang tinggi. Salah satunya, memberikan pelatihan kepada penggiat UMKM agar meningkatkan kualitas pada produk yang dipasarkan. “Kami fasilitasi mereka dengan memberi pelatihan seminggu sekali meliputi pengelolaan keuangan, packaging sampai kiat pemasaran. Fasilitasi izin juga dilakukan dengan dana dari Pemkot Surabaya,” tuturnya.

Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto menyampaikan, RUU Ekonomi Kreatif yang sedang disusun Komisi X masih terkendala permodalan dan kelembagaan. “Adanya masukan dari Ibu Risma memberikan wawasan baru bahwa permodalan bukan hanya dari perbankan, tetapi bisa dari mana saja, asal mau kreatif dan terus inovatif,” ujarnya.

Ekonomi kreatif di daerah, juga bergerak kalau pemimpin daerahnya mendorong dan memfasilitasi dan hal itu telah dicontohkan di Kota Surabaya dengan kepemimpinan Tri Rismaharini. “Berbagai masukan yang berhasil dihimpun selama  ini semoga menjadikan RUU Ekonomi Kreatif bisa diselesaikan pada tahun ini,” kata Joko. (yud)