HomeBERITALegenda Brawijaya V & Burung Jalak (Gunung Lawu)

Legenda Brawijaya V & Burung Jalak (Gunung Lawu)

Gunung Lawu (Sumber : Google)

SMNNews.co.id – Sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki gunung tentang kisah angker-nya Gunung Lawu. Bahkan, beberapa orang menyebutnya jika Gunung Lawu merupakan gunung paling keramat di Jawa. Gunung setinggi 3.265 mdpl ini terletak di dua provinsi dan tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ngawi dan Magetan, Jawa Timur serta Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Gunung Lawu juga menempati posisi ke-76 gunung tertinggi di dunia. Gunung ini memiliki tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang paling tinggi bernama Hargo Dumilah.

Cerita-cerita masa lalu berkenaan dengan Gunung Lawu semakin memantapkan pilihan untuk mendaki, atau sekadar berwisata di kawasan sekitarnya. Terlebih, pendakian ke Gunung Lawu juga sudah mulai dibuka di era normal baru. Sejarah Gunung Lawu pun kerap dikaitkan dengan legenda tentang Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit.

Prabu Brawijaya V

Kisah ini berawal dari masa berakhirnya kerajaan Majapahit, yakni pada tahun 1400 M. Kala itu, orang yang menduduki kursi kerajaan adalah Prabu Brawijaya V.

Baca Juga : 5 Wisata Sejarah di Kediri yang Wajib Anda Kunjungi! Untuk Menambah Wawasan Sejarah

Singkat cerita, saat Raden Fatah memasuki usia dewasa, ternyata Raden Fatah memeluk agama Islam, ia membelot dari agama sang ayah yang beragama Budha. Bersamaan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah pun mendirikan kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi, sekarang lebih dikenal Alun-Alun Demak. Kenyataan yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Pada suatu malam, Prabu Brawijaya V bersemedi, dalam semedinya, beliau mendapatkan petunjuk yang mengatakan bahwa kerajaan Majapahit akan meredup dan cahaya beralih ke kerajaan anaknya, yakni Kerajaan Demak. Sesaat itu pula Prabu Brawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, menuju Gunung Lawu untuk menyendiri.

Terlepas dari pro dan kontra yang kemudian muncul, keterkaitan Prabu Brawijaya V dengan Gunung Lawu tercatat dalam beberapa referensi. Salah satunya dinukil dari Ensiklopedi Adat-istiadat Budaya Jawa (2007) karya Purwadi.

Disebutkan, kala itu Majapahit harus menghadapi peperangan dengan Kerajaan Keling (Kediri) yang dipimpin oleh Raja Girindra Wardhana pada 1478. Lantaran terdesak, Brawijaya V menyingkir ke Gunung Lawu dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai pertapa. Petilasan terakhir sang raja dikenal sebagai Pringgondani.

Sesaat setelah meninggalkan kerajaannya, sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V bertemu dengan dua orang pengikutnya, kepala dusun dari wilayah kerajaan Majapahit, masing-masing dari mereka adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala.

Karena mereka berdua tidak tega melihat Prabu Brawijaya V berjalan sendirian, mereka pun ikut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke puncak Gunung Lawu.

Baca Juga : Mengenal Situs Makam Kuno di Prambon Nganjuk

Setelah sampai di puncak Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V berkata kepada 2 pengikut setianya. Selesai mengucapkan kalimat itu, Prabu Bhrawijaya V pun menghilang. Hingga kini, jasad beliau tidak pernah ditemukan oleh siapa pun.

Burung Jalak Gading Jelmaan Kyai Jalak

Setelah Prabu Brawijaya V melakukan moksa dan menghilang, tersisalah 2 pengikut setianya, Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak. Sejarah bercerita, mereka berdua menjalankan amanat Prabu Brawijaya V, mereka menjaga gunung Lawu.

Dengan kesempurnaan ilmu yang mereka punya, Sunan Gunung Lawu menjelma menjadi makhluk ghaib dan Kyai Lawu menjelma menjadi seekor burung Jalak berwarna gading.

Kisah tentang burung Jalak Gading ini masih berlanjut hingga saat sekarang, banyak orang percaya bahwa burung Jalak Gading sering muncul dan meberi petunjuk jalan menuju puncak Gunung Lawu kepada para pendaki yang memiliki tujuan baik.

Sedangkan, apabila pendaki memiliki niatan buruk, Kyai Jalak tidak akan merestui mereka, akibatnya, para pendaki yang memiliki niatan buruk akan terkena nasib nahas.(red)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Jalur Alternatif Tawangargo Longsor, Kasat Lantas Polres Batu : Bagi Pengendara yang Hedak ke Kota Batu, Silahkan Ambil Jalur Lain

MALANG, SMNNews.co.id - Hujan yang mengguyur Malang Raya pada sore hari hingga malam hari mengakibatkan jalur alternatif ke Dari Kabupaten Malang menuju Kota Batu...

Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Hattrick di Pemilu 2024 dengan Penguatan Saksi Militan

BLITAR, SMNNews.co.id - Gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ketua DPC Drs. Rijanto menyemangati para kader PDIP Kabupaten Blitar untuk bisa kembali merebut kursi...

Bangkit Menuju Endemi, Wakil Wali Kota Blitar Buka Pameran Foto

BLITAR, SMNNews.co.id - Bertempat di Gedung Perpustakaan Proklamator Bung Karno Pameran Foto 'Bangkit Menuju Endemi' dibuka Wakil Wali Kota Blitar Tjuk Tjuk Sunario, dihadiri...