HomeBERITALimbah Pabrik Diduga Cemari Lahan Pertanian, Warga Kedungringin Wadul ke DLH Kabupaten...

Limbah Pabrik Diduga Cemari Lahan Pertanian, Warga Kedungringin Wadul ke DLH Kabupaten Pasuruan

Warga Kedungringin saat mendatangi DLH Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, SMNNews.co.id – Sejumlah warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mengambil langkah tegas. Pasalnya mereka mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk mengadukan PT. Sido Agung Alumi yang diduga limbahnya mencemari lahan pertanian warga, Kamis (10/8/23).

Mayoritas warga di daerah tersebut adalah petani, dan mereka merasa prihatin terhadap dugaan pencemaran yang telah terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, baru-baru ini situasinya semakin memburuk, terlihat dari kerusakan pada lahan pertanian. Belasan hektar lahan pertanian rusak.

Mistari (54) warga Kedungringin menjelaskan masalah ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Dia mengeluhkan kerusakan lahan pertanian yang terjadi setelah diduga tercemar oleh limbah dari perusahaan aluminium.

“Padi yang baru saya tanam tiba-tiba mengering. Saya mencoba menanam lagi, tetapi hasilnya masih sama, tanaman padi kembali mengering. Saya sangat kesal karena masalah ini telah berlangsung cukup lama,” ungkap Mistari.

Koordinator Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, juga menyayangkan perilaku perusahaan yang diduga menyebabkan pencemaran lingkungan akibat limbah dari pabrik aluminium. Ia berharap perusahaan akan menghentikan pembuangan limbahnya ke Sungai Wrati atau mengubah metode pembuangan dengan memanfaatkan pipa agar lingkungan pertanian tidak tercemar.

“Limbah cair dari perusahaan tersebut kemungkinan tercecer akibat adanya kerusakan pada saluran buis beton yang digunakan untuk pembuangan. Dampak dari pencemaran ini telah merusak sekitar sebelas hektar lahan pertanian. DLH Kabupaten Pasuruan harus segera mengambil tindakan atas masalah ini,” desaknya.

Sementara itu, Samsul Arifin selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pasuruan, menyatakan bahwa DLH telah memberikan sanksi kepada perusahaan, termasuk pembenahan sistem pembuangan dan instalasi pengolahan limbah. Namun, dia tidak memiliki informasi terbaru tentang perkembangan masalah ini karena perwakilan perusahaan tidak hadir pada pertemuan terbaru.

Terpisah, Sugianto, Legal Officer PT. Sido Agung Alumi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti aduan warga terkait kerusakan sawah. Namun, hasil penelusuran mereka menunjukkan bahwa kerusakan tersebut tidak terkait langsung dengan saluran air limbah perusahaan.

Meski demikian, Sugianto menyatakan bahwa perusahaan tetap akan melakukan evaluasi dan pengecekan terkait saluran air untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan yang dapat menyebabkan pencemaran lebih lanjut. (an)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Warga Perumahan Tanjung Sari Regency Kota Blitar Laksanakan Kurban Sapi dan Kambing di Masjid Miftahul Huda

KOTA BLITAR, SMNNews.co.id - Pada hari raya Idul Adha tahun 2024, warga Perumahan Tanjung Sari Regency, Kota Blitar, melaksanakan kegiatan korban dengan menyumbangkan hewan...

Agus Sriyanto Mundur dari Komisoner, KPU Ngawi Tunggu Pengganti

NGAWI, SMNNews.co.id - Hanya hitungan hari usai dilantik, Agus Sriyanto anggota Komisioner KPU Ngawi mundur. Sebelumnya, dia disoroti karena melanggar syarat pendaftaran yang menyebut...

Hari Raya Idul Adha, Pemkab Blitar Bagikan 11 Ekor Sapi Kurban ke 6 Kecamatan

BLITAR, SMNNews.co.id - Memperingati hari raya Idhul Adha 1445 h 2024 masehi Pemkab Blitar membagikan 11 ekor sapi ke 4 kecamatan, dari 11 ekor...