HomeBERITAMarak Isu Naiknya BBM, 2 Warga Nganjuk di Tangkap Akibat Nekat Menimbun...

Marak Isu Naiknya BBM, 2 Warga Nganjuk di Tangkap Akibat Nekat Menimbun BBM

Barang bukti BBM yang berhasil diamankan Polres Nganjuk

NGANJUK, SMNNews.co.id – Ditengah kabar kenaikan harga BBM, Polres Nganjuk berhasil mengungkap praktik penimbunan BBM jenis Pertalite. Polres Nganjuk mengamankan dua tersangka yang menimbun BBM. Dari kedua tersangka polisi mengamankan lebih dari 2 ribu liter BBM jenis pertalite.

“Hari ini kita berhasil mengungkap kasus penimbunan BBM jenis pertalite dengan jumlah barang bukti mencapai lebih dari 2 ribu liter dari dua tersangka,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Rabu (31/8/2022).

Dua tersangka tersebut adalah AA (42), yang merupakan pemilik ruko di Desa/Kecamatan Sawahan. Tersangka AA menimbun BBM sebanyak 1.354 liter jenis Pertalite dan Pertamax oplosan. Sedangkan tersangka selanjutnya BA (50), warga Kecamatan Tanjunganom. BA menimbun BBM sebanyak 600 liter jenis pertalite di rumahnya.

Baca Juga : Kedapatan Simpan Narkoba! Warga Gemarang Diringkus Satresnarkoba Polres Madiun

“Dari tersangka AA sekitar 1.354 liter pertalite dan pertamax oplosan dalam botol air mineral, sedangkan dari tersangka BA yang disita 600 liter pertalite,” ucap Kapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson mengatakan, penangkapan ini dilakukan hanya selisih sehari setelah pihaknya membentuk Satgas Khusus BBM dan elpiji bersubsidi.

“Ini menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Nganjuk mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM dan menimbulkan kesulitan bagi orang banyak,” ujar AKBP Boy Jeckson.

Awalya polisi mencurigai BA yang bolak-balik ke SPBU untuk membeli BBM jenis Pertalite dengan menggunakan mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi. Setelah diselidiki ditemukan 600 liter pertalite yang ditimbun di rumahnya.

Tak lama berselang, Unit Pidsus Polres Nganjuk menindaklanjuti informasi adanya penimbunan dan penyalahgunaan BBM jenis Pertalite oleh tersangka kedua, AA, yang dilakukan di ruko milik orang tuanya di Kecamatan Sawahan.

“Dari keterangan awal, tersangka AA ini bukan hanya melakukan penimbunan BBM jenis Pertalite, tetapi juga berusaha mengeruk keuntungan lebih besar dengan mengoplos BBM Pertamax. Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polres Nganjuk untuk dilakukan pendalaman,” tandas Boy.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta menjelaskan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 54 Jo pasal 28 ayat 1 UURI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam UURI Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

“Kedua tersangka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara,” ungkap Gusti.

Baca Juga : Puluhan Komputer SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun Digasak Maling

Gusti menambahkan, tim Satgas BBM akan terus melakukan pemantauan pendistribusian BBM. “Kita akan terus melakukan pemantauan pendistribusian BBM subsidi agar tepat sasaran,” tandas Gusti.

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson juga mengingatkan, pihaknya akan menindak mereka yang berbuat curang memanfaatkan situasi, termasuk rencana kenaikan harga BBM yang diwacanakan pemerintah.

“Jangan coba-coba melakukan perbuatan itu di wilayah Kabupaten Nganjuk,” kata Boy. (red)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

SiapBergerak Bersama Bhayangkari Polda Metro Jaya Kembali Kirim Relawan dan Bantuan ke Cianjur

JAKARTA, SMNNews.co.id – Bertempat di Lapangan Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, SiapBergerak bersama Bhayangkari Polda Metro Jaya kembali bergerak menuju Cianjur untuk...

Pelaku Begal Payudara yang Resahkan Ibu-ibu Trawas Berhasil Diringkus Polres Mojokerto

MOJOKERTO, SMNNews.co.id - Pelaku begal payudara berinisial EDW yang meresahkan kaum wanita terutama ibu-ibu di Mojokerto berhasil diringkus Polres Mojokerto. EWD merupakan warga Desa Penanggungan, Kecamatan...

Telan Anggaran Hingga Ratusan Juta, Peserta Ujian Tulis Perangkat Desa Tiron Diwarnai Kelaparan

MADIUN, SMNNews.co.id - Anggaran biaya pengisian perangkat desa Tiron yang dibebankan APBDes hingga ratusan juta rupiah dikeluhkan beberapa peserta saat melaksanakan ujian tulis. Pasalnya, ujian...