Menggantang Informasi di Lereng Lawu, dengan Swadaya RPU

 

Penampilan web Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal

 Ngawi, suaramedianasional.co.id – Alam hijau yang membentang berbaur dengan harum bunga pinus yang menguar dari tanah nan subur di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, selaras dengan senyum rekah yang disunggingkan penduduknya. Potensi pertanian padi, kopi dan buah durian menjadi ciri khas Karanggupito sebagai desa di lereng pegunungan.

Terletak di sisi utara Gunung Lawu, alam sejuk Karanggupito menjadikan beberapa warganya begitu gemas mengabarkannya pada dunia luar. Hal ini pun dengan sigap ditangkap kepala desa dan perangkat setempat dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dinamakan Warto Joyo.

Namun sayangnya, Karanggupito adalah desa yang miskin akan sinyal internet. Belum ada provider seluler yang menjangkau sinyal internet di desa ini. Tak kurang akal, penggiat KIM dan kantor desa berlangganan wifi secara mandiri. “Kendala kami tentu saja minimnya sinyal internet di desa ini, belum ada provider yang sinyalnya menjangkau karena mungkin topografi wilayahnya bergunung-gunung,” ujar Suharno.

Penggiat KIM dan pengelola web desa biasanya mengandalkan informasi dari masyarakat. Karena hambatan internet, mereka didukung sarana komunikasi dengan handy talky. Bahkan di tiap RT dan RW sampai beriuran swadaya untuk pengadaan Radio Pancar Ulang (RPU) agar lebih lancar berinteraksi dengan jaringan radio. Satu unit harganya sekitar satu juta lebih dan kini sudah terpancang di setiap RT/RW

Komunikasi via radio ini berguna untuk menggantikan HP, walau terkesan jadul, namun warga pun tetap bisa saling berbagi informasi mengenai hiruk pikuk kehidupan desa. “Termasuk memberi informasi yang sekiranya bisa disebarluaskan lagi, kalau wifi ngadat ya menunggu on lagi baru kami unggah ke web,” ujar Suharno.

Penggiat dan pengelola KIM Warto Joyo menjadi salah satu penyuplai informasi untuk web desa setempat, yakni Karanggupito.ngawikab.id. Kiriman mereka meliput foto, video maupun artikel yang masih ditulis secara sederhana. “Kami belum bisa merencanakan peliputan, apalagi ini hanya digawangi empat orang. Biasanya bahan liputan ya yang ada di sekitar desa sampai antero Kecamatan Kendal,” ujar Suharno, Sekretaris KIM Warto Joyo.

Maka lihatlah web Karanggupito.ngawikab.id yang berisi info-info tentang desa dan kegiatan masyarakatnya. Ada liputan mengenai produk minyak atsiri yang kini mulai diekspor, video tentang sejuknya alam Karanggupito, informasi dari kementerian terkait anggaran desa, dan sebagainya. “Kami beruntung sebab penggiat

Prasetyo Harri Adi, Kepala Dinas Kominfo Ngawi

KIM mendapat perhatian dari kepala desa dan perangkat desa, masyarakat juga makin menyadari pentingnya branding untuk desa mereka,” ungkapnya.

Walau terkendala sinyal, namun KIM Waryo Joyo mampu membuktikan kiprahnya. “Tahun 2018 mendapat penghargaan video terbaik dalam lomba web yang diadakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan tahun ini KIM Warto Joyo menjadi duta Kominfo dalam lomba KIM tingkat Provinsi Jawa Timur,” tutur Suharno.

Perjalanan KIM Warto Joyo dan pengelolaan web desa Karanggupito, menurut Prasetyo Harri Adi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi, patut dicontoh oleh penggiat yang lain. “Bahwasannya keterbatasan kesediaan internet justru tidak melunturkan semangat untuk mengabarkan kemajuan desa ke seluruh dunia,” ujarnya.

Selama ini pembinaan KIM di banyak daerah termasuk di berbagai kecamatan yang ada di Ngawi, sering macet karena banyak yang mengeluhkan ketiadaan dana. Kenyataannya, Dinas Kominfo pun mengakui bahwa aparat desa belum banyak yang mengerti manfaat dari keberadaan KIM dan pengelolaan web desa. “Inilah yang menjadi PR bagi kami, makanya kami juga getol sosialisasi ke perangkat desa, agar mereka memberikan perhatian pada KIM,” pungkas Prasetyo. (ari)