HomeBERITAMenteri PMK Dorong Pemkab Madiun Turunkan Angka Stunting

Menteri PMK Dorong Pemkab Madiun Turunkan Angka Stunting

Kesenian dongkrek menyambut kedatangan Menteri PMK, Muhadjir Effendi, di bumi kelahirannya, Kabupaten Madiun. (foto by Dodik E.P)

MADIUN, SMNNews.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, melakukan kunjungan kerja di tanah kelahirannya, Kabupaten Madiun, Rabu (26/1/2022).

Muhadjir Effendy, mengunjungi Desa Simo, Kecamatan Balerejo. Secara khusus Muhadjir memberikan perhatian dan semangat pada Pemkab Madiun untuk menurunkan angka stunting.

“Sesuai target Presiden Jokowi, tahun 2024 angka stunting di angka14 persen. Kasus stunting mininal harus turun 2,7 persen per tahun, bahkan kalau bisa lebih dari itu,” ujar Muhadjir saat berkunjung di Desa Simo, Kecamatan Balerejo.

Di Kecamatan Balerejo, kasus stunting ada sekitar 173 orang atau sekitar 7,75 persen, sementara di Desa Simo ada 4 orang atau kalau dipresentase 0,3 persen.

Menurut Muhadjir, selama ini yang dipahami masyarakat stunting itu karena kurang gizi atau kerdil, namun, ancaman utamanya sebenarnya adalah perkembangan otak. Stunting harus dicegah sebab dapat mengancam kualitas sumber daya manusia di masa akan datang.

Pencegahan stunting harus dilakukan secara terencana, bahkan jauh sebelum terjadinya pernikahan dan perencanaan kehamilan.

Diantara upaya pencegahan stunting untuk generasi mendatang, pemerintah menangani gangguan anemia yang diam-diam banyak diidap remaja putri.

Pemerintah memberikan tablet tambah darah (TTD) ke para pelajar putri, demi mengurangi kasus remaja mengalami anemia.

Salah satu kendalanya, membuat tablet tambah darah itu dipastikan diminum. Akibat rasa yang tidak enak, seringkali anak-anak remaja enggan mengkonsumsinya.

“Makanya kita harus pastikan TTD tersebut diminum, kalau perlu minum di tempat atau difoto,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami, menuturkan, penanganan stunting tidak bisa dibebankan pada salah satu OPD saja mengingat saling terkait dengan banyak hal.

“Stunting adalah masalah yang kompleks tidak bisa ditangani satu dinas saja, sehingga memerlukan penanganan dari semua pihak,” paparnya.

Sedangkan , Kepala Dinas  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun, Suryanto, mengaku pihaknya sudah membentuk tim pendamping keluarga. Tim ini melibatkan bidan, kader PKK, penyuluh KB dan berbagai elemen lain yang diperlukan dalam menekan kasus stunting di desa-desa.

Suryanto juga menegaskan bahwa sedang dibentuk tim percepatan penurunan stunting. Angka stunting di Kabupaten Madiun mulai harus menjadi perhatian sebab hasil timbang Agustus lalu melebihi standar nasional dengan mencatatkan angka 14,9 persen. (penulis: Dodik Eko P)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA