HomeLIFESTYLEMerokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Merokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Merokok menjadi penyebab utama Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). (Foto: Istimewa)

SMNNews.co.id – Merokok bukan sekadar kebiasaan. Menurut para ahli, ini adalah penyebab paling dominan dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang kini menjadi salah satu pembunuh paling serius di dunia. Meskipun banyak orang menganggap batuk berkepanjangan atau sesak napas sebagai “dampak perokok,” fenomena ini ternyata lebih kompleks, dan jauh lebih berbahaya daripada yang kita bayangkan.

Menurut WHO, asap tembakau merupakan salah satu faktor utama PPOK. Mereka menyebut bahwa rokok aktif menyumbang lebih dari 70 % kasus PPOK di negara berpenghasilan tinggi, sementara di negara menengah ke bawah angkanya berkisar antara 30–40 %. 

Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menegaskan hal yang sama: sekitar 8 dari 10 kematian terkait PPOK disebabkan oleh merokok. Sementara itu, data dari Amerika Serikat menunjukkan prevalensi PPOK pada perokok aktif (15,2%) jauh lebih tinggi daripada mereka yang berhenti merokok (7,6%) atau yang tidak pernah merokok (2,8%). 

Di Indonesia, dampak merokok terhadap PPOK juga sangat nyata. Misalnya, penelitian dari Jurnal Kesehatan Tambusai menemukan adanya hubungan signifikan antara tingkat keparahan merokok (diukur melalui Indeks Brinkman) dan derajat obstruksi PPOK. Ini menunjukkan bahwa semakin lama dan banyak seseorang merokok, semakin parah risiko gangguan paru obstruktifnya.

Lebih lanjut, riset dari Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa sekitar 3,23 juta kematian pada tahun 2019 terkait PPOK, dan merokok memegang peran utama dalam angka tersebut. Prevalensi PPOK di Indonesia juga tidak sedikit — Riskesdas 2013 melaporkan sekitar 3,7% populasi dewasa menderita PPOK. 

Mengapa Rokok Berbahaya untuk Paru-Paru

Tembakau mengandung ribuan zat kimia beracun yang merusak jaringan paru-paru dari waktu ke waktu. Menurut CDC, paparan jangka panjang terhadap asap rokok membuat saluran pernapasan menjadi meradang, menebal, dan mengeluarkan lendir dalam jumlah lebih besar — proses-proses ini secara bertahap bisa menyempitkan aliran udara dan memperburuk fungsi paru. Selain itu, rokok juga memperlambat perkembangan paru sejak masa remaja, sehingga risiko PPOK di usia dewasa bisa meningkat. 

Mengingat betapa besar kontribusi merokok terhadap PPOK, upaya pencegahan menjadi sangat krusial. WHO sendiri menyerukan agar negara-negara memperkuat regulasi tembakau, seperti penetapan tempat tanpa asap rokok, pajak rokok yang lebih tinggi, serta program penghentian merokok. 

Bagi individu, langkah paling nyata adalah berhenti merokok. Tidak hanya akan menurunkan risiko PPOK, berhenti merokok juga bisa mengurangi kemungkinan komplikasi lain seperti penyakit jantung atau kanker. 

Merokok bukanlah kebiasaan sepele. Data global dan lokal menunjukkan bahwa rokok adalah biang kerok utama PPOK, penyakit kronis yang menyumbang jutaan kematian setiap tahunnya. Menyadari fakta ini dan bertindak sekarang, melalui edukasi, regulasi, dan dukungan medis, bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan paru-paru kita serta orang-orang di sekitar kita. (*)

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

DKP Jatim Bersama Dispertan dan Perikanan Kabupaten Madiun Sosialisasikan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Nelayan Saradan

MADIUN, SMNNews.co.id – dalam upaya meningkatkan menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan nelayan terus diperkuat. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur...

Pemkab Madiun Monitoring dan Supervisi APBDesa Bagi Aparatur Desa se-kecamatan Jiwan

MADIUN, SMNNews.co.id -Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan desa guna memastikan pembangunan yang tepat sasaran. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring...

Sarasehan Aparatur Desa se-Kecamatan Dolopo, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik Melalui Digitalisasi

MADIUN, SMNNews.co.id – Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelayanan publik melalui digitalisasi dan penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih. Penekanan itu disampaikan...