
PASURUAN, SMNNews.co.id – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan jalan dan renovasi rumah di Desa Wonosari, suasana di Balai Desa tampak berbeda pada Sabtu siang (14/2/2026). Puluhan pemuda duduk santai, mata mereka tertuju pada barisan seragam loreng yang kali ini hadir bukan membawa cangkul atau linggis, melainkan membawa misi yang jauh lebih krusial: menyelamatkan masa depan desa.
Melalui program nonfisik TMMD ke-127 Kodim 0819/Pasuruan, Satgas TNI menggelar dialog hati ke hati mengenai ancaman nyata narkotika. Ini adalah upaya membangun “benteng” di dalam jiwa, melengkapi infrastruktur fisik yang tengah dibangun di sudut-sudut desa.
Lettu Inf Rojali, yang berdiri di depan audiens, berbicara dengan nada yang tenang namun tegas. Baginya, pemuda bukan sekadar penonton pembangunan, melainkan aktor utama yang harus dijaga dari kontaminasi zat terlarang.
“Narkoba tidak hanya merusak raga, tapi melumat masa depan dan keharmonisan keluarga,” pesannya dengan lugas. Ia menekankan bahwa seorang pemuda yang tangguh adalah mereka yang mampu menjadi pelopor kebaikan, bukan yang terjebak dalam pergaulan negatif.
Suasana balai desa menjadi hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Antusiasme para pemuda terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis mereka, mencerminkan adanya keinginan kuat untuk menjaga lingkungan Dusun mereka agar tetap bersih dan sehat.
TMMD ke-127 membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak melulu soal semen dan batu bata. Pembangunan karakter manusia menjadi pondasi yang tak kalah penting. Dengan membekali para pemuda pengetahuan anti-narkoba, Satgas TNI sedang menanam benih “ketahanan sosial” di tanah Gondangwetan.
Harapannya sederhana namun mendalam: kelak ketika sumur bor telah mengalirkan air jernih dan rumah-rumah telah berdiri kokoh, para pemuda Desa Wonosari juga tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Kegiatan hari itu ditutup dengan komitmen bersama. Sebuah janji tak tertulis antara aparat dan warga untuk menjadikan Desa Wonosari sebagai wilayah “Bersinar” (Bersih Narkoba). Sebab, pembangunan fisik yang megah akan terasa sia-sia jika generasi penerusnya rapuh diterjang narkoba. (*)
Reporter: Achmad N.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

