PDIP Dominasi Suara, Petahana Diprediksi Banyak yang Terpilih Lagi

Suasana rekapitulasi tingkat PPK di gedung serbaguna Ngawi, Sabtu (20/4).


Ngawi, suaramedianasional.co.id – Proses rekapitulasi suara tingkat kecamatan yang mulai dilakukan KPU Ngawi sejak Sabtu (20/4) menjadi perhatian masyarakat. Maklumlah, dari rekap per kecamatan ini akan mulai dapat diketahui berapa perolehan suara tiap partai dan siapa caleg yang berhak duduk di DPRD kelak. “Perhatian pada DPRD Kabupaten Ngawi tentunya yang paling banyak, akmi juga ikut mencermati jadi ya sering lihat ke sini,” ujar Suyati, salah satu warga Ngawi.

Dari rekapitulasi beberapa kecamatan yang terhitung tersebut, suara untuk PDI Perjuangan merajai di semua daerah pemilihan (dapil). Komposisi kursi yang diraih parpol moncong putih ini paling banyak untuk dapil Ngawi 6 yang meliputi Kecamatan Paron-Kedunggalar. Rekap yang dihitung berbagai parpol dan di PPK menunjukkan hasil tidak jauh beda yakni PDI Perjuangan diprediksi meraup 6 dari 9 kursi yang tersedia.

Dapil Ngawi 6 merupakan kandang banteng apalagi merupakan wilayah dari Ketua DPC PDI Perjuangan Dwi Riyanto Jatmiko. Mas Antok, sapaan akrabnya selain ketua partai juga sudah empat kali lolos dalam pileg dan kini menjadi Ketua DPRD Ngawi. Namun faktor raihan suara gemuk di dapil ini juga karena caleg-caleg PDIP yang terpasang merupakan petarung dengan pengalaman dan modal finansial yang tak sedikit.

Sebut saja ada nama Suraji, pengurus KONI dan pensiunan PNS dengan jabatan terakhir Kepala Dinas Pasar dan Perdagangan, selain itu ada Wiwik Hariyanti mantan Kades Jenggrik Kecamatan Kedunggalar yang maju menjadi caleg untuk kali kedua di tahun ini. Ada juga anggota DPRD yang maju lagi yakni SIgiti Sudariyadi dan Bambang Saloka. Hanya nama Andri dan Suraji yang menjadi wajah baru PDIP dari dapil ini.

Sisa 3 kursi di dapil Ngawi  6 diprediksi akan terbagi pada Hanura, Nasdem dan PKB yang kesemuanya merupakan anggota DPRD yang maju lagi kali ini. Di dapil ini pula anggota DPRD dan Ketua DPC PPP Ngawi, Dimas Alfian Nur diprediksi tidak dapat menembus raihan kursi, demikian pula dengan Aswan Hadi Nadjamuddin, Ketua DPC Partai Gerindra, diperkirakan sulit untuk masuk ke jajaran kursi parlemen di Ngawi.

Prediksi kursi untuk komposisi DPRD Ngawi periode 2019-2024 pun bermunculan, namun hampir semua caleg yang menempati adalah wajah lama. PDI Perjuangan sendiri diperkirakan meraup 52 ribu lebih suara dengan raihan 20 kursi. Kenaikan kursi PDIP terjadi di semua dapil kecuali dapil Ngawi 3. Prediksi sementara sampai Sabtu siang adalah

Dapil 1 – PDIP (2 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk  Gerindra, PKB, Golkar, PAN dan PKS.

Dapil 2 – PDIP (4 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat

Dapil 3 – PDIP (2 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk Golkar, PKB, Gerindra, PKS dan PPP.

Dapil 4 – PDIP (3 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk Gerindra, PKS, Golkar dan PAN

Dapil 5 – PDIP (3 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk Golkar, PKS, Gerindra dan PAN

Dapil 6 – PDIP (6 kursi) dan masing-masing satu kursi untuk PKB, Nasdem dan Hanura.

Prediksi dari rekapitulasi manual di tingkat PPK dan perhitungan ala partai berdasar C1 ini menjadikan suasana panas akibat beda pilihan dalam pilpres, kalah dengan pertarungan memperebutkan kursi dewan. Semua ketua parpol mengaku tengah calling down dan tetap menunggu pengumuman  resmi KPU. Harapan besar masyarakat pun dipertaruhkan untuk semua caleg yang diprediksi bakal duduk kembali di DPRD Ngawi. (ari)