HomeBERITAPedagang Bunga Tabur di Pasar Sleko Tuding Sistem E-Parkir Picu Sepinya Pembeli

Pedagang Bunga Tabur di Pasar Sleko Tuding Sistem E-Parkir Picu Sepinya Pembeli

Pedagang bunga tabur di Pasar Sleko, keluhkan sepinya pembeli. (Foto by Dodik E.P)

MADIUN, SMNNews.co.id – Sejumlah pedagang bunga tabur di Pasar Sleko mengeluhkan sepinya pembeli.

Para pedagang bunga tabur untuk nyekar, berjualan di bawah tangga menuju lantai dua. Mereka pun menuding, penerapan parkir elektronik memicu pembeli di Pasar Sleko tak seramai dulu. Itu akibat semua kendaraan wajib masuk parkir di lokasi yang sudah ditentukan dan tentu saja membayar retribusi.

“Mereka ya akhirnya mencari penjual lain, kalau beli bunga hanya tiga ribu rupiah tapi harus parkir bayar dua ribu, ya banyak yang enggan,” ujar seorang penjual bunga.

Sistem parkir elektronik model satu pintu itu, memang membuat calon pembeli tak dapat seenaknya memutari pasar seperti dulu, tanpa membayar parkir.

Bagi Mbah Warsi, salah satu pedagang bunga di Pasar Sleko, keberadaan para pedagang bunga tabur sebaiknya juga mendapat perhatian.

Apalagi mereka tak mendapatkan lapak atau sarana jualan yang memadai di pasar ini, kendati sudah beraktifitas bertahun-tahun.

Mbah Warsi sendiri mengaku belum pernah terpikir berjualan barang lain, apalagi juga ada kendala modal. Sepanjang pengalaman hidupnya berdagang, hanya bunga tabur itulah yang dijualnya.

“Sepi sekarang, sejak menggunakan sistem satu gerbang untuk parkir di pasar ini, banyak yang beli bunga di luar,” keluhnya

Pedagang bunga yang mengaku sudah 24 tahun berjualan di Pasar Sleko itu menceritakan, saat ini jarang bunga tabur yang dibawanya habis terjual. Biasanya ada waktu tertentu yang bisa dia harapkan untuk laris.

“Kakau dulu, biasanya pada Kamis malam Jumat itu ludes. Bahkan sampai kurang stok, karena sekarang masuk pasar harus parkir, banyak calon pembeli yang urung ke sini, penjualan sepi,” tambahnya

Sepinya pembeli di di Pasar Sleko yang menuding karena penerapan parkir elektronik dengan sistem satu gerbang, dibantah Kabid Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tugas Prasetyo.

Menurut dia, pedagang di Pasar Sleko sebelum diterapkannya parkir elektronik pun, memang sudah sepi pembeli.

“Pedagangnya sebelum ada portal itu sudah sepi. Sejak dulu sudah sepi apalagi di lantai dua,” bantah Tugas.

Pengubahan pengelolaan parkir di pasar Sleko, dengan sistem parkir elektronik mulai diuji coba pada bulan Desember 2021 lalu.

Sampai saat ini, penerapan e-parkir itu dirasakan mampu membuat wajah halaman Pasar Sleko lebih tertata rapi dan kendaraan terpantau. Selain itu, potensi kebocoran retribusi bisa ditekan dan berdampak positif pada kenaikan pendapatan daerah. (penulis: Dodik E.P)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA