HomeBERITAPedagang Pasar Besar Ngawi Dipindahkan Mendadak Jelang Kedatangan Presiden

Pedagang Pasar Besar Ngawi Dipindahkan Mendadak Jelang Kedatangan Presiden

Peninjauan Bupati Ngawi, Ony Anwar, Selasa (14/12/2021), di kios sementara Pasar Besar Ngawi jelang rencana kunjungan presiden.

NGAWI, SMNNews.co.id – Para pedagang Pasar Besar Ngawi (PBN), yang menempati kios-kios sementara di Jl Sultan Agung, diminta pindah mendadak menjelang datangnya Presiden Joko Widodo. Presiden diirencanakan berkunjung ke Ngawi Jumat mendatang (17/12/2021).

“Pemberitahuannya hanya sejak beberapa hari ini, diminta pindah ke kios baru di dalam pasar. Padahal kios baru itu sendiri belum sempurna,” ungkap seorang pedagang.

Pedagang lain, Suparno, mengaku lebih memilih untuk libur berjualan semingu atau dua minggu sampai kios yang dibangun di dalam PBN benar-benar representatif untuk ditempati.

“Saya ini dagang baju, jangan sampai dagangan jadi kehujanan karena kiosnya belum tertutup dengan baik. Lebih baik saya libur jualan dulu,” ujarnya.

Ploting tempat untuk pedagang sudah dilakukan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi. Namun, sejumlah pedagang masih belum puas atas hasilnya.

Kepala DPPTK Ngawi, Yusuf Rosyadi mengatakan, di PBN hasil renovasi yang dibangun Kementerian PUPR itu, kiosnya dipastikan akan mencukupi untuk menampung pedagang.

“Dulu jumlah lapak ada 1.098, ini kan malah lebih. Nantinya diploting sesuai zonasi. Pedagang akan dikelompokkan berdasar jualannya. Sayuran dengan sayuran misalnya,” ungkap Yusuf Rosyadi.

Target pembersihan kios sementara di Jl.Sultan Agung itu sendiri ditargetkan selesai Rabu (15/12/2021) dan sore harinya pedagang mulai ditempatkan.

“Kios di jalan Sultan Agung yang akan dilalui Bapak Presiden akan kita bersihkan, setelah itu pedagang direlokasi dan rencananya Rabu sore,” ungkap Yusuf.

PBN sendiri dilaksanakan pembangunannya oleh PP Urban. Semula dijadwalkan Nopember sudah usai namun pihak pelaksana meminta perpanjangan sampai bulan Desember 2021.

Saat ini, jelang kunjungan Presiden Joko Widodo, pembangunan PBN diklaim selesai 97 persen. Namun, Yusuf Rosyadi menceritakan, pengamatan terakhir untuk bagian yang belum selesai masih ada beberapa titik, seperti taman, baua depan sampai rolling door.

“Setelah kunjungan Presiden nanti, dipasang rolling door dan kita harap operasional pasar bisa berjalan lagi pasca kunjungan ini,” ungkap Yusuf Rosyadi.

Sebelumnya, demi pembangunan PBN itu, pedagang dipindahkan ke tiga ruas jalan yakni Jl Sultan Agung, Jl. Mangkubumi dan Jl.Untung Suropati.

Pembongkaran kios sementara untuk Jl. Sultan Agung dikebut hingga malam, karena jadi jalur yang dilalui presiden. Pengawalan dilakukan petugas Satpol PP dan Polres Ngawi untuk pembongkaran itu.

“Kami mengamankan saja, pemindahan pedagang dan pembongkaran pasar sementara di Jl. Sultan Agung itu dilakukan oleh OPD terkait di Pemkab,” tegas Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya, saat bertemu wartawan.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, meminta agar rehab PBN Ngawi yang dilaksanakan pemerinta pusat itu, menjadi momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Ini juga menunjukkan bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam mendorong pemulihan ekonomi itu,” tandas Ony Anwar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

BERITA LAINYA

Bupati Blitar Rini Syarifah Terima Bantuan dari Kementerian PDTT

BLITAR, SMNNews.co.id – Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah menghadiri Kunjungan Kerja Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Wakil Ketua DPR RI dalam...