Pejabat Pemkot Surabaya Jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim Piatu Eks Lokalisasi

Penyerahan buku tabungan kepada anak yatim, piatu, adalah program orang tua asuh yang di gelar di Graha Sawunggaling, Sabtu (9/3).
Surabaya, suaramedianasional.co.id –Kepedulian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terhadap anak Surabaya sangat tinggi, apalagi anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Makanya, kali ini program baru  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  pejabat Pemkot dijadikan orang tua asuh bagi anak-anak yatim.
Bantuan dari para pejabat pemkot itu berupa uang sekolah, uang saku dan uang makan anak yatim. Mereka yang dipilih berasal dari anak yatim dari tiga kawasan eks lokalisasi, yaitu eks lokalisasi Sememi, Putat Jaya dan Krembangan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan program ini muncul setelah tahu data bahwa masih banyak anak-anak yang mempunyai masalah dan saat ini menjadi anak yatim piatu.
Penyerahan buku tabungan kepada anak yatim, piatu, adalah program orang tua asuh yang di gelar di Graha Sawunggaling, Sabtu (9/3).
Tujuan utama program orang tua asuh ini untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak yatim piatu di Surabaya, supaya mereka bisa berhasil dan sukses seperti anak-anak lainnya, Ia pun yakin bahwa anak-anak yang dibantu para pejabat Pemkot Surabaya ini akan berhasil dan bukan tidak mungkin akan menjadi Wali Kota, Menteri dan bahkan Presiden. “Jadi, kita harus selalu optimis dan jangan pernah pesimis,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada para orang tua atau saudara anak yatim piatu itu supaya menjaga amanah dari pejabat Pemkot Surabaya ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Keagamaan dan Swadaya Sosial Dinas Sosial Surabaya M. Januar Rizal mengatakan hingga saat ini ada 154 pejabat Pemkot Surabaya yang menjadi orang tua asuh bagi 163 anak yatim. Setiap bulan, anak-anak yatim piatu ini akan mendapatkan bantuan untuk uang makan, uang saku dan uang sekolah yang langsung masuk ke rekening mereka masing-masing, namanya auto debit,” kata Januar.
 “Anak-anak yatim ini umurnya mulai 3 sampai sebelum 18 tahun. Program ini berbeda dengan program permakanan untuk anak yatim, kalau program permakanan untuk anak yatim saat ini sudah mencapai 4 ribuan lebih,” pungkasnya. (yud)