HomeADVERTORIALPemkab Jember Tegaskan Komitmen Layani Warga, Hadirkan Layanan Home Care dan Urai...

Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Layani Warga, Hadirkan Layanan Home Care dan Urai Antrean Panjang BBM

Kadiskomifo Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman (kanan, menggunakan topi), bersama Camat Jelbuk, Ajib (tengah, kemeja krem) saat mengunjungi sasaran program Home Care di wilayah Kecamatan Jelbuk. (Foto: Suliyadi/smnnews.co.id)

JEMBER, SMNNews.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan terus berkomitmen dan selalu hadir di tengah dinamika dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain fokus pada program Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember kini menyoroti keberhasilan penanganan antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai jauh lebih responsif dibandingkan wilayah lain.

Gus Fawait juga menyampaikan bahwa kelancaran penanganan antrean BBM di wilayahnya merupakan hasil dari langkah-langkah yang presisi dan terencana. Menurut dia, persoalan BBM di lapangan bukan sekadar urusan ketersediaan pasokan, melainkan tentang bagaimana menghadirkan rasa tenang dan kepastian bagi warga.

“Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan,” ungkap Gus Fawait.

Gus Fawait menambahkan, kunci efektivitas penanganan ini terletak pada kolaborasi masif di jajaran pemerintahan. Seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran camat, hingga petugas SPPG diinstruksikan untuk turun langsung mengawal situasi di setiap titik.

Penanganan di Kabupaten Jember sendiri memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks ketimbang daerah sekitarnya. Dengan cakupan wilayah yang luas serta populasi menembus 2,7 juta jiwa, pemetaan dan eksekusi kebijakan membutuhkan kerja ekstra. Meski begitu, kerja cepat seluruh elemen jajaran Pemkab Jember terbukti mampu mengurai kepadatan dan menjaga situasi wilayah tetap kondusif.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung mendampingi Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk untuk menyisir sejumlah titik layanan di Jelbuk.

Dalam agenda kunjungan lapangan tersebut, rombongan mendatangi sedikitnya empat hingga lima titik lokasi sasaran.

Layanan Homecare kali ini difokuskan pada kelompok rentan, mencakup lansia, penyandang disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan kriteria risiko tinggi (risti).

“Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat,” ungkap Helmi, Jumat (11/9/2026) siang.

Helmi juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kunjungan tahap kedua yang difokuskan di sekitar kawasan pusat Jelbuk, sebelum nantinya menyasar wilayah-wilayah yang lebih terpencil. Menurut dia, konsistensi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kesehatan masyarakat berkesinambungan.

Guna mengantisipasi kendala geografis bagi warga yang bermukim di lokasi sulit diakses kendaraan roda empat, pihak Puskesmas dibantu masyarakat sekitar telah menyiapkan langkah antisipasi. Warga yang membutuhkan penanganan darurat atau persalinan akan dievakuasi menggunakan tandu menuju jalan utama atau fasilitas kesehatan terdekat.

Pemkab Jember juga merencanakan penyediaan fasilitas rumah singgah bagi pasien maupun ibu hamil dari kawasan pelosok.

“Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan,” tegas Helmi.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Bupati Jember, Gus Fawait, Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan tim Puskesmas Jelbuk atas dedikasi mereka di lapangan. Pihaknya menekankan bahwa hakikat utama dari pelayanan publik adalah keikhlasan dalam membantu masyarakat.

“Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah. Saya berharap semangat dan ritme kerja sama antara Puskesmas, Kecamatan, hingga elemen RT/RW ini terus dipertahankan secara konsisten,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Suliyadi.

Editor: Kundari PS

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Nahas! Mau Tutup Warung, Penjual Sate di Garum Malah Diserang Orang Pakai Pisau

BLITAR, SMNNews.co.id - Dugaan ada tindak pidana penganiayaan terjadi di sebuah warung sate di Jalan Penataran, Desa Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Selasa malam...

Anggaran Dana Desa Sucopangepok Turun Drastis, Musrenbangdes 2027 Fokus Jalan dan Penanganan Stunting

JEMBER, SMNNews.co.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja...

Kementerian Kebudayaan RI Salurkan Bantuan Pemerintah untuk Pelestarian Budaya di Bengkulu

BENGKULU, SMNNews.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Bengkulu melaksanakan kegiatan Penandatanganan Surat...