Pemkab Ngawi Masih Klasifikasi Dampak Bencana

Salah satu pemandangan di posko pengungsi banjir Ngawi.
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, menegaskan, klasifikasi kerugian akibat dampak banjir sejak tiga hari lalu terus dilaksanakan. “Kalau secara global sudah ada sekitar 5 ribu rumah dan 19 desa di 6 kecamatan yang kena banjir, tetapi detail clusternya belum bisa diperhitungkan,” ungkapnya saat meninjau pengungsi di Posko Waruk Kalong Kecamatan Kwadungan.
Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi mengatakan, penanganan yang perlu dilakukan bukan hanya saat bencana namun juga pasca kejadian. “Penyakit, kebutuhan air bersih dan kebutuhan mendesak terutama pada anak-anak, tentu butuh penanganan serius,” ungkapnya.
Tahun ini dana tak terduga sudah disiapkan Pemkab dan tak menutup kemungkinan dapat digunakan untuk menanggulangi dampak bencana. “Dampak besar yang harus dipikirkan juga menyoal pertanian karena banjirnya saat jelang panen, bagi yang sudah ikut asuransi ya berguna mengantisipasi saat begini,  saya sudah perintahkan Dinas Pertanian gerak cepat ikut mendata kerugian bidang pertanian ini,” ujarnya.
Salah satu yang menjadi kelegaan Pemkab, menurut Kanang, sampai saat ini dapat diupayakan pencegahan korban jiwa dan juga belum ada infrastruktur besar yang terdampak. “Ada memang yang meninggal tapi karena sakit,  juga ada laporan embung yang rusak di Sine, namun jembatan dan jalan belum ada laporan kerusakan yang terlalu besar, ke depan ini semua kita akan klasifikasikan,” ungkap Kanang.
Walau belun ada laporan kerusakan besar namun dampak banjir pada aspal jalan dan infrastruktur lainnya tetap diminta oleh bupati untuk diperiksa dan didata.
Sampai Jumat (08/3) jumlah pengungsi bertambah karena dini hari air sempat meninggi. Salah satunya BPBD membuka posko pengungsian di kantor Kecamatan Geneng untuk menampung warga yang mengungsi dari Desa Kersoharjo, Kersikan, Dempel dan Klitik. (ari)