Penanganan Stunting Masih Jadi PR di Ngawi

Kegiatan sosialisasi penanganan stunting di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin (16/10/2020)

NGAWI, SMNNews.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi, saat ini gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting dengan melibatkan semua lini.

“Stunting masih ada di Kabupaten Ngawi, Penanganan stunting harus dilaksanakan secara terpadu. Kami melibatkan kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah desa dan juga para pendidik,” ujar Nugrahaningrum, Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi.

Sosialisasi Penanganan Stunting diantaranya juga dilakukan di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Jumat (16/10/2020). Desa ini pada tahun 2019 tercatat memiliki 47 kasus stunting namun sudah berhasil turun dan mengentaskan 10 anak.

“Kasus stunting biasanya tak terdeteksi karena ibu merasa bahwa hal itu bukan sebuah masalah. Hanya melihat bahwa anaknya juga bertumbuh tanpa memperhatikan dengan detil bahwa ada kelambatan dalam tumbuh kembang balita,” ungkap Nugrahaningrum.

Kepala DP3AKB yang juga seorang dokter ini memaparkan, stunting biasanya ditemukan saat anak berada di atas usia dua tahun. Usia tiga tahun lebih biasanya baru disadari adanya tumbuh kembang anak yang berbeda daripada sebayanya.

Padahal hal itu bisa dicegah dengan persiapan yang baik sejak sebelum hamil, mulai dari perencanaan kehamilan dan kesiapan memenuhi gizi bagi seorang ibu hamil. Demikian pula mempersiapkan kelahiran dan pengasuhan bayinya.

“Anak stunting biasanya tinggi dan berat badan tidak sepadan dengan usia. Bila terlambat, tentu makin sulit ditangani dan dapat mempengaruhi fisik.mauoun kecerdasan anak,” ujarnya.

Pengetahuan dalam hal pola asuh yang benar untuk balita, bagi para ibu, menjadi salah satu kiat jitu mencegah stunting.

Selain itu, adanya kasus stunting juga berhubungan erat dengan keadaan ekonomi keluarga, yang dapat mempengaruhi faktor pemenuhan gizi bagi ibu di masa kehamilan.

Sosialisasi penanganan stunting sendiri di DP3AKB tahun ini menargetkan 10 titik sasaran. Target tersebut adalah sebagian dari pekerjaan rumah yang harus ditunaikan DP3AKB. Secara keseluruhan, Ngawi memiliki catatan 31 titik sasaran sosialisasi penanganan stunting. (ari)